kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.922.000   20.000   0,69%
  • USD/IDR 17.044   44,00   0,26%
  • IDX 7.095   -89,91   -1,25%
  • KOMPAS100 981   -12,12   -1,22%
  • LQ45 720   -7,16   -0,99%
  • ISSI 254   -3,24   -1,26%
  • IDX30 390   -3,04   -0,77%
  • IDXHIDIV20 485   -2,52   -0,52%
  • IDX80 111   -1,22   -1,09%
  • IDXV30 134   -0,39   -0,29%
  • IDXQ30 127   -0,90   -0,70%

Bank Mandiri Terbitkan Obligasi di Tengah Gejolak


Kamis, 02 April 2026 / 11:57 WIB
Bank Mandiri Terbitkan Obligasi di Tengah Gejolak
ILUSTRASI. Gedung Bank Mandiri (Bank Mandiri/ist)


Reporter: Nina Dwiantika | Editor: Nina Dwiantika

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) kembali masuk pasar obligasi global di tengah gejolak eksternal yang belum sepenuhnya mereda. Bank berkode saham BMRI ini menerbitkan surat utang senilai US$ 750 juta bertenor lima tahun dengan kupon 5,25% pada 31 Maret 2026.

Permintaan investor tercatat 3,3 kali dari target. Angka ini mencerminkan minat yang tetap terjaga, tetapi tidak lepas dari kondisi likuiditas global yang masih mencari imbal hasil di tengah ketidakpastian arah suku bunga dan tensi geopolitik.

Langkah ini menjadi menarik karena dilakukan setelah pasar obligasi sempat tertekan akibat eskalasi konflik di Timur Tengah pada akhir Februari lalu. Mandiri menjadi salah satu penerbit pertama dari Asia Tenggara yang kembali menguji selera investor global pascavolatilitas tersebut.

Namun, momentum ini bukan tanpa perhitungan. Bank berplat merah ini memilih menunggu pembukaan pasar Asia yang lebih stabil setelah tekanan di sesi Amerika Serikat, serta menerapkan strategi eksekusi intrahari untuk menekan risiko fluktuasi harga. Ini menegaskan bahwa jendela pasar masih terbuka, tetapi cenderung sempit dan sensitif terhadap sentimen global.

Di sisi lain, keberhasilan transaksi juga ditopang rekam jejak Mandiri sebagai penerbit aktif di pasar internasional. Basis investor yang sudah terbentuk sebelumnya menjadi bantalan permintaan, sehingga tidak sepenuhnya mencerminkan sentimen baru terhadap risiko Indonesia.

Baca Juga: Bank Mandiri Upgrade Livin' Call, Layanan Telepon Bebas Pulsa

Direktur Treasury & International Banking Bank Mandiri Ari Rizaldi mengatakan, pasar global masih memberi ruang bagi emiten Indonesia, meski dengan pendekatan yang lebih selektif. “Minat investor memang masih kuat, tetapi mereka semakin sensitif terhadap risiko global dan pricing. Karena itu, disiplin dalam menentukan timing dan struktur menjadi kunci agar transaksi tetap optimal,” ujarnya dalam siaran pers, Kamis (2/4).

Ia menambahkan, dana hasil penerbitan akan difokuskan untuk menjaga fleksibilitas likuiditas di tengah ketidakpastian pasar.

“Kami melihat kebutuhan pendanaan tidak hanya soal ekspansi, tetapi juga memastikan buffer likuiditas tetap memadai menghadapi volatilitas global yang masih tinggi,” katanya.

Dari sisi peringkat, obligasi ini mengantongi rating BBB dari S&P Global Ratings dan Fitch Ratings, setara investment grade, serta dicatatkan di Singapore Exchange.

Komposisi investor didominasi fund manager dan asset manager hingga 85%, disusul perbankan 8%, serta porsi kecil dari sovereign, asuransi, dan private bank. Secara geografis, mayoritas berasal dari Asia (69%), sementara Eropa, Timur Tengah, dan Afrika menyumbang 26%, serta investor Amerika Serikat sekitar 5%.

Distribusi ini menunjukkan ketergantungan yang masih besar pada investor kawasan yang relatif lebih familiar dengan risiko domestik. Artinya, diversifikasi global belum sepenuhnya dalam, meski akses pendanaan eksternal tetap terjaga.

Ke depan, efektivitas penggunaan dana menjadi kunci. Di tengah biaya dana global yang masih tinggi, keberhasilan aksi ini tidak hanya diukur dari oversubscription, tetapi juga dari seberapa jauh dana tersebut mampu mendorong pertumbuhan bisnis tanpa menambah tekanan terhadap struktur pendanaan perseroan.

Baca Juga: DPK Ritel Menguat, Bank Mandiri Optimistis Tren Berlanjut pada 2026

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×