kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Industri Multifinance Raup Laba Rp 5,99 Triliun per Maret 2026


Sabtu, 09 Mei 2026 / 20:45 WIB
Industri Multifinance Raup Laba Rp 5,99 Triliun per Maret 2026
ILUSTRASI. OJK mencatat laba multifinance Rp 5,99 triliun per Maret 2026, naik 6,68%. (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Industri multifinance mencatatkan kinerja positif terkait perolehan laba pada awal tahun ini. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, perolehan laba industri multifinance mencapai Rp 5,99 triliun per Maret 2026.

"Nilainya tumbuh 6,68% jika dibandingkan periode sama tahun sebelumnya," ucap Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Agusman dalam lembar jawaban tertulis RDK OJK, Kamis (7/5).

Agusman menerangkan pertumbuhan laba tersebut didorong oleh peningkatan pendapatan dan perbaikan kualitas pembiayaan.

Sejumlah perusahaan multifinance juga tercatat memperoleh pertumbuhan laba, bahkan melebihi rata-rata industri. Misalnya, PT Clipan Finance Indonesia Tbk (CFIN) yang mencatatkan laba bersih sebesar Rp 59,33 miliar per Maret 2026, atau tumbuh 69,32% secara year on year (YoY).

Mengenai hal itu, Direktur Utama Clipan Finance Harjanto Tjitohardjojo mengatakan pertumbuhan laba per Maret 2026 didorong oleh kombinasi pertumbuhan pembiayaan yang berkualitas, pengelolaan aset yang prudent, serta efisiensi operasional yang berkelanjutan.

Baca Juga: Musim Dividen Bank Tiba, Saham Mana Paling Menarik?

"Dengan demikian, kinerja perusahaan tetap solid dan profitabilitas dapat terus ditingkatkan," ungkapnya kepada Kontan, Senin (4/5).

Lebih lanjut, Harjanto menerangkan pihaknya akan menerapkan sejumlah strategi guna meningkatkan laba hingga akhir tahun ini. Dia bilang perusahaan berupaya untuk terus menerapkan prinsip kehati-hatian dan memperkuat manajemen risiko.

"Ditambah, menjaga efisiensi operasional agar kinerja dan profitabilitas tetap terjaga secara berkelanjutan," tuturnya.

Sementara itu, PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance) juga mencatatkan pertumbuhan laba. Adapun laba bersih Adira Finance mencapai Rp 484 miliar per Maret 2026, atau tumbuh 26% secara YoY.

Chief Financial Officer Adira Finance Sylvanus Gani mengatakan pertumbuhan laba tersebut disebabkan oleh sejumlah faktor. Dia bilang, utamanya didorong penurunan beban provisi sebesar 7% secara YoY.

Baca Juga: Bank Syariah Siap Ubah Strategi Funding usai POJK Investasi Terbit

"Penurunan provisi itu sejalan dengan pengelolaan risiko yang tetap disiplin dan kualitas portofolio yang terjaga," ungkapnya kepada Kontan.

Selain itu, Gani menerangkan beban bunga juga mengalami penurunan sebesar 5% YoY. Dengan demikian, hal itu membantu perusahaan menjaga efisiensi biaya pendanaan.

Gani menyampaikan Adira Finance akan menerapkan sejumlah upaya untuk meningkatkan laba hingga akhir tahun ini di tengah tantangan ekonomi dan pasar. Dia menerangkan perusahaan akan melakukan ekspansi bisnis secara selektif ke daerah-daerah yang memiliki potensi pertumbuhan tinggi.

"Kami juga melakukan pengembangan bisnis nonotomotif, seperti produk multiguna, penguatan kolaborasi dengan ekosistem grup untuk memperluas basis pelanggan. Ditambah, meningkatkan customer retention melalui penawaran produk dan layanan yang lebih relevan bagi kebutuhan konsumen," ucap Gani.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Apa dampak bagi saya, jika saya...



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×