kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.827.000   -10.000   -0,35%
  • USD/IDR 17.016   -1,00   -0,01%
  • IDX 7.114   22,53   0,32%
  • KOMPAS100 981   4,30   0,44%
  • LQ45 722   4,48   0,62%
  • ISSI 252   0,13   0,05%
  • IDX30 392   3,26   0,84%
  • IDXHIDIV20 491   1,84   0,38%
  • IDX80 111   0,53   0,48%
  • IDXV30 136   -0,34   -0,25%
  • IDXQ30 128   0,95   0,75%

Ini antisipasi Indomobil Finance agar NPF tak membengkak setelah Lebaran


Minggu, 05 Mei 2019 / 14:13 WIB
Ini antisipasi Indomobil Finance agar NPF tak membengkak setelah Lebaran


Reporter: Ahmad Ghifari | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Indomobil Finance Indonesia melakukan sejumlah cara untuk menekan pembiayaan macet atau non performing financing (NPF) yang biasa terjadi pasca Lebaran. Menekan NPL diperlukan untuk menjaga kestabilan kinerja perusahaan sampai dengan akhir tahun.

Selain pemberian potongan harga, Indomobil Finance juga mengajak pelanggan membayar angsuran tepat waktu melalui cara seperti mengingatkan pelanggan melalui pengiriman SMS atau pesan singkat, kemudian dengan menelepon hingga mendatanginya secara langsung.

Chief Executive Officer Indomobil Finance Gunawan Effendi mengatakan, setiap Lebaran selesai, rasio pembiayaan macet selalu naik. Namun, dia tidak mau menyebutkan berapa kenaikan kredit macet tersebut di periode Lebaran tahun lalu.

“Iya sedikit naik, NPF tidak banyak berbeda, hanya perlu penanganan yang lebih intens saja. makanya kami harus lebih agresif melakukan penagihan agar bisa stabil. Tapi untuk angka NPF maaf tidak bisa disampaikan,” ujar Gunawan kepada Kontan.co.id, Sabtu (4/5).

Saluran pembayaran pun dibuat seluas mungkin, konsumen Indomobil Finance  dapat membayar angsuran di minimarket, kantor pos, ATM, virtual account. Sampai dengan akhir tahun ini, Indomobil Finance berharap angka kredit macet bisa turun.

Sejumlah strategi sudah dipersiapkan sejak awal tahun, yaitu melalui analisa kredit dan pemilihan debitur yang ketat. Kualitas piutang pembiayaan dimulai pada saat pengajuan kredit.

Proses survey dan analisa kredit diharapkan akan menyeleksi mana konsumen yang sanggup membayar angsuran. Analisa terhadap karakter konsumen diharapkan bisa menyaring konsumen yang bersedia atau mau membayar angsuran.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×