kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.973   60,00   0,33%
  • IDX 5.730   87,08   1,54%
  • KOMPAS100 742   14,13   1,94%
  • LQ45 561   7,80   1,41%
  • ISSI 199   2,71   1,38%
  • IDX30 318   3,44   1,09%
  • IDXHIDIV20 390   1,15   0,30%
  • IDX80 84   1,28   1,55%
  • IDXV30 107   -0,08   -0,08%
  • IDXQ30 102   0,61   0,60%

Ini cara Mandiri Tunas Finance mitigasi risiko saat kerja sama dengan fintech


Rabu, 25 April 2018 / 17:22 WIB
ILUSTRASI. Pembiayaan kendaraan Mandiri Tunas Finance


Reporter: Tendi Mahadi | Editor: Sofyan Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Mandiri Tunas Finance (MTF) mulai masuk ke ekosistem bisnis financial technology. Anak usaha tersebut, menjadi pemberi pinjaman di platform peer to peer lending milik Amartha.

Meski ada kemiripan, bisnis multifinance dengan P2P lending tentunya tak sama persis. Misalnya saja di bisnis pembiayaan ada agunan yang dipegang leasing sebagai jaminan, sementara tidak demikian halnya dengan bisnis pinjam meminjam secara online.

Kalau cicilan dari peminjam macet, tentu MTF sebagai pemberi pinjaman juga bisa kena getah. Nah untuk menghindari risiko seperti pembiayaan macet, Direktur MTF Harjanto Tjitohardjojo bilang pihaknya sudah menyiapkan resep tersendiri.

Hal ini dimulai dari saat pemilihan mitra fintech yang digandeng. Ia menilai sistem yang dimiliki Amartha sudah terbilang baik dalam memilih peminjam. Selain itu Amartha juga punya sistem pendampingan kepada peminjam.

"Tim kami juga ikut serta dalam proses tersebut. Sekalian sebagai proses pembelajaran bagi kami," kata Harjanto belum lama ini.

Ke depan, dia bilang MTF bakal mencari mitra-mitra fintech baru lagi agar portofolio makin lebar. Namun beberapa poin seperti di atas disebutnya menjadi salah satu kriteria untuk mengelola risiko. "Selain itu juga yang segmen marketnya cukup berbeda dengan yang ada di MTF," ungkapnya.

Sementara soal potensi keterlibatan MTF lebih dalam di industri ini seperti miliki fintech sendiri, dia bilang potensi tersebut akan dilihat setidaknya dalam lima tahun ke depan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×