kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.679.000   50.000   1,90%
  • USD/IDR 17.939   -8,00   -0,04%
  • IDX 6.344   -7,43   -0,12%
  • KOMPAS100 833   -2,31   -0,28%
  • LQ45 631   -3,13   -0,49%
  • ISSI 219   -0,63   -0,29%
  • IDX30 354   -1,64   -0,46%
  • IDXHIDIV20 433   -1,50   -0,35%
  • IDX80 95   -0,31   -0,33%
  • IDXV30 120   -0,41   -0,34%
  • IDXQ30 113   -0,60   -0,53%

Ini Kata AFPI Soal TWP90 Fintech Lending Membaik Jadi 4,26% per Juni 2026


Kamis, 06 Agustus 2026 / 18:27 WIB
Ini Kata AFPI Soal TWP90 Fintech Lending Membaik Jadi 4,26% per Juni 2026
ILUSTRASI. Ilustrasi pinjol - p2p lending (KONTAN/Muradi)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, tingkat risiko kredit macet secara agregat atau TWP90 industri fintech peer to peer (P2P) lending mengalami perbaikan, dari posisi Mei 2026 yang sebesar 4,42%, menjadi sebesar 4,26% per Juni 2026. 

Mengenai hal itu, Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) menilai keberhasilan TWP90 industri yang membaik tak terlepas dari upaya yang dilakukan penyelenggara selama ini dalam memperkuat manajemen risiko.

"Sejak April 2026, kualitas penyaluran pembiayaan industri konsisten menguat, TWP90 kini berada di level 4,26% atau masih di bawah batas ketentuan OJK di level 5%. Makin baiknya kualitas penyaluran pembiayaan industri menunjukkan bahwa berbagai langkah penguatan manajemen risiko yang dilakukan para penyelenggara mulai memberikan hasil," ucapnya kepada Kontan, Kamis (6/8).

Baca Juga: Kondisi Fiskal Daerah Turut Pengaruhi Kinerja Aset Industri Penjaminan

Meski demikian, Entjik menerangkan TWP90 merupakan indikator yang dipengaruhi oleh berbagai faktor. Dari sisi eksternal, dia bilang dinamika perekonomian, perubahan daya beli masyarakat, serta tantangan yang dihadapi pelaku Usaha, Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) turut memengaruhi kemampuan sebagian peminjam dalam memenuhi kewajiban pembayaran secara tepat waktu. 

"Kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa kualitas portofolio pembiayaan tidak dapat dilepaskan dari perkembangan ekonomi secara keseluruhan," tuturnya.

Di sisi lain, Entjik mengatakan angka TWP90 juga dipengaruhi adanya dua penyelenggara yang memiliki tingkat TWP90 jauh di atas rata-rata industri. Dengan demikian, memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap angka TWP90 secara agregat.

Ke depannya, Entjik bilang AFPI akan terus memperkuat perannya dalam mendorong penerapan praktik pembiayaan yang sehat dan berkelanjutan di industri. Dia menerangkan salah satu upaya tersebut dilakukan melalui penguatan tata kelola dan manajemen risiko, termasuk peningkatan kualitas credit scoring.

"Ditambah, melakukan optimalisasi pemanfaatan data dan teknologi, serta penyempurnaan proses penilaian kelayakan calon peminjam," ungkapnya.

Selain itu, Entjik mengatakan AFPI juga terus mendorong seluruh anggotanya untuk menerapkan kebijakan penyaluran pembiayaan yang prudent dan berbasis risiko. Dengan demikian, industri dapat terus tumbuh secara sehat, menjaga kualitas pembiayaan, serta memberikan perlindungan yang lebih baik bagi seluruh pemangku kepentingan. 

Meski membaik, angka TWP90 industri masih berkutat di level 4% lebih sejak awal tahun hingga pertengahan tahun ini. Misalnya saja, TWP90 industri tercatat sebesar 4,38% per Januari 2026, kemudian angkanya sebesar 4,54% per Februari 2026, lalu 4,52% per Maret 2026, angkanya mencapai 4,62% per April 2026.

Sementara itu, data OJK mencatat, outstanding pembiayaan fintech P2P lending masih tumbuh tinggi. Adapun posisinya mencapai Rp 105,14 triliun per Juni 2026, atau tumbuh sebesar 25,88% secara Year on Year (YoY). 

Baca Juga: Laba Asuransi Jiwa Konvensional Melonjak 75,36% per Juni 2026

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×