kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.695.000   18.000   0,67%
  • USD/IDR 17.887   62,00   0,35%
  • IDX 6.450   47,94   0,75%
  • KOMPAS100 831   1,62   0,20%
  • LQ45 631   -1,25   -0,20%
  • ISSI 227   4,63   2,08%
  • IDX30 352   -1,25   -0,35%
  • IDXHIDIV20 429   -1,46   -0,34%
  • IDX80 95   0,08   0,09%
  • IDXV30 119   0,94   0,79%
  • IDXQ30 112   -0,32   -0,28%

Laba Asuransi Jiwa Konvensional Melonjak 75,36% per Juni 2026


Kamis, 06 Agustus 2026 / 17:54 WIB
Laba Asuransi Jiwa Konvensional Melonjak 75,36% per Juni 2026
ILUSTRASI. Laba bersih asuransi jiwa konvensional meningkat 75,36% Year on Year (YoY), menjadi Rp 13,24 triliun pada Semester I-2026. (Dok/Allianz Indonesia)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Data statistik Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, laba bersih asuransi jiwa konvensional meningkat 75,36% Year on Year (YoY), menjadi Rp 13,24 triliun pada Semester I-2026.

Di sisi lain, hasil investasi tercatat mengalami minus Rp 2,6 triliun pada Semester I-2026. Adapun periode yang sama tahun sebelumnya mencapai Rp 15,96 triliun.

Mengenai hal itu, Pengamat Asuransi Irvan Rahardjo menilai ada sejumlah faktor yang menyebabkan peningkatan laba bersih asuransi jiwa konvensional di tengah penurunan hasil investasi. Dia mengatakan hal itu di didorong kenaikan pendapatan premi dan adanya optimalisasi kanal distribusi seperti bancassurance.

Baca Juga: Spin-off dan Reorganisasi Tekan Kontribusi Asuransi Syariah

"Selain itu, dipicu juga pemulihan dan pertumbuhan positif pada produk unitlink, serta langkah-langkah efisiensi biaya operasional internal perusahaan," ujarnya kepada Kontan, Kamis (6/8/2026).

Lebih lanjut, Irvan mengatakan pemupukan laba industri dari hasil investasi pada tahun ini terbilang menantang. Dia bilang hal itu akibat volatilitas pasar keuangan dan suku bunga acuan. 

Meski demikian, Irvan menyebut sejauh ini lonjakan laba bersih industri tetap terjadi, ditopang oleh pertumbuhan pendapatan premi dan ekspansi kanal pemasaran seperti bancassurance.

Untuk mengoptimalkan laba di tengah tekanan hasil investasi yang negatif, Irvan mengatakan industri asuransi jiwa perlu melakukan penyesuaian strategi alokasi aset, meningkatkan efisiensi biaya operasional, memperketat manajemen risiko underwriting, serta menggenjot pertumbuhan premi pada lini produk yang profitable dan berkelanjutan.

Sebelumnya, Kepala Eksekutif Pengawasan Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono mengatakan ada sejumlah faktor yang memengaruhi perolehan laba industri asuransi. Salah satunya pertumbuhan premi pada beberapa lini usaha, serta penguatan efisiensi dan manajemen risiko perusahaan.

Baca Juga: Batavia AM Optimis Dana Kelolaan Reksadana Masih Tumbuh Semester II 2026

Ke depannya, Ogi menilai prospek industri perasuransian masih cukup positif, seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap perlindungan keuangan dan penguatan transformasi industri. 

"Namun, industri tetap perlu mewaspadai berbagai tantangan, seperti tekanan klaim, volatilitas pasar keuangan, dan kondisi ekonomi global," kata Ogi. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×