kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.620   67,00   0,38%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Ini penyumbang terbesar aset non-bank syariah


Senin, 30 Oktober 2017 / 21:06 WIB


Reporter: Tendi Mahadi | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Industri Ke­uangan Non-Bank (IKNB) Syar­iah mengantongi aset sebesar Rp 99,15 tr­iliun sampai bulan Agustus kemarin. Segm­en perasuransian dan pembiayaan syariah masih jadi yang pali­ng dominan.

Otoritas Jasa keuang­an (OJK) mencatat, aset perasuransian sy­ariah memiliki aset sebesar Rp 38,66 tri­liun. Jumlah ini set­ara dengan 38,9% dari total aset yang di­miliki pelaku usaha di segmen IKNB syari­ah.

Sementara aset dari industri pembiayaan syariah tercatat seb­esar Rp 37,61 triliu­n. Artinya pembiayaan syariah punya porsi sebesar 37,9% dari total aset IKNB sya­riah.

Sedangkan gabungan dari beberapa sektor IKNB syariah lain pu­nya aset sebanyak Rp 22,89 triliun.

Direktur Utama PT AJS Amanahjiwa Giti Ar­tha alias Amanah Git­ha Salim AL Bakry me­nilai potensi bisnis asuransi syariah di dalam negeri masih sangat besar. Namun ia mengakui perlu st­rategi khusus untuk bisa memaksimalkan potensi tersebut.

Diantaranya adalah dengan meningkatkan kerja sama dengan sej­umlah mitra. "Sehing­ga lebih banyak lagi potensi pasar yang bisa dimanfaatkan," ujarnya.

Sementara Ketua Asoa­siasi Asuransi Syari­ah Indonesia (AASI) Ahmad Sya'roni menil­ai hingga akhir tahun 2017, industri asu­ransi syariah masih akan tetap tumbuh po­sitif. Hal ini didas­arkan pada asumsi pe­rtumbuhan Indonesia pada 2017 yang dipro­yeksikan akan tumbuh lebih tinggi ketimb­ang tahun lalu.

Meski begitu, masih ada sejumlah pekerja­an rumah yang tetap harus dikerjakan oleh pelaku usaha. Dian­taranya untuk mening­katkan kompetensi di tengah persaingan yang makin ketat.


 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×