kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.800.000   35.000   1,27%
  • USD/IDR 17.698   22,00   0,12%
  • IDX 6.110   -208,41   -3,30%
  • KOMPAS100 806   -26,11   -3,14%
  • LQ45 618   -13,14   -2,08%
  • ISSI 216   -9,70   -4,30%
  • IDX30 353   -7,12   -1,98%
  • IDXHIDIV20 441   -8,08   -1,80%
  • IDX80 93   -2,74   -2,86%
  • IDXV30 122   -2,48   -2,00%
  • IDXQ30 116   -2,00   -1,70%

Ini sektor yang jadi tumpuan kredit Bank Mandiri (BMRI) di tengah pandemi corona


Senin, 08 Juni 2020 / 17:21 WIB
ILUSTRASI. Nasabah melakukan transaksi tarik tunai tanpa kartu di ATM Mandiri Syariah Jakarta, Rabu (13/5). Hingga akhir triwulan I 2020 Bank Mandiri Syariah mencatatkan dana Pihak Ketiga tumbuh 16,94% menjadi Rp101,92, Aset naik 16,43% menjadi Rp114,75 triliun dan


Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Noverius Laoli

Eksposur kredit farmasi Bank Mandiri tumbuh 16,8% dibandingkan kuartal I 2019, kredit di sektor FMCG naik 6,9%, dan dari sektor telekmunikasi tumbuh 44% secara year on year (YoY).

Sepanjang kuartal I, Bank Mandiri secara konsolidasi masih mencatatkan pertumbuhan kredit dua digit yakni 14,20% dari Rp790,5 triliun pada Maret 2019 menjadi Rp 902,7 triliun.

Baca Juga: Ini 10 saham terbesar yang dilego asing pada perdagangan Senin (8/6)

Silvano melihat dampak Covid-19 terhadap kinerja perseroan di kuartal I 2020 belum signifikan. Ia memperkirakan dampaknya besar baru akan terasa pada triwulan kedua tahun ini.

Bank Mandiri bakal merevisi target kreditnya tahun ini. Namun hingga saat ini, masih dalam proses penyusunan.

Bank ini kesulitan dalam memutuskan target karena masih banyak ketidakpastian terkait Covid-19 hingga saat ini. Revisi Rencana Bisnis Bank (RBB) baru akan diserahkan perseroan ke OJK pada akhir Juni ini.

Baca Juga: Laba bersih Bank Mandiri naik 9,4% menjadi Rp 7,9 triliun di kuartal I 2020

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×