kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.884.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.206   48,00   0,28%
  • IDX 7.634   12,62   0,17%
  • KOMPAS100 1.054   2,19   0,21%
  • LQ45 759   1,54   0,20%
  • ISSI 277   0,40   0,14%
  • IDX30 403   0,28   0,07%
  • IDXHIDIV20 490   1,86   0,38%
  • IDX80 118   0,34   0,29%
  • IDXV30 139   0,96   0,70%
  • IDXQ30 129   0,30   0,23%

Ini Strategi Allo Bank Perkuat Likuiditas di Tahun 2026


Minggu, 19 April 2026 / 10:23 WIB
Ini Strategi Allo Bank Perkuat Likuiditas di Tahun 2026
ILUSTRASI. Allo Bank mulai geser strategi dari bunga simpanan tinggi ke transaksi harian untuk tahun 2026.


Reporter: Ammar Rezqianto | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI) mengungkapkan, kondisi likuiditasnya tetap terjaga dengan sehat di awal tahun 2026 ini. Ada beberapa strategi yang diterapkan Allo Bank guna menjaga likuiditas.

Digital Strategy Head Allo Bank, Destya D. Pradityo mengatakan, salah satu strateginya adalah optimalisasi penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) secara konsisten.

Sama seperti tahun sebelumnya, Allo Bank masih menawarkan suku bunga simpanan yang kompetitif bagi nasabahnya. Suku bunga yang tinggi dinilai mampu mendorong pertumbuhan bank digital di masa ekspansi.

"Bunga simpanan yang kompetitif memang masih menjadi salah satu instrumen strategis untuk menjaga pertumbuhan DPK dan memperkuat stabilitas likuiditas," kata Destya kepada Kontan, Rabu (15/4/2026).

Baca Juga: Begini Respons BRI Soal Penghapusan Catatan Kredit Kecil di SLIK

Meski begitu, Destya menyebut, Allo Bank akan mulai mengubah strategi penghimpunan dana. Ke depannya, fokus Allo Bank adalah meningkatkan porsi dana murah (CASA) melalui penguatan transaksi harian, QRIS, pembayaran digital, dan integrasi ekosistem.

Allo Bank juga tetap membuka opsi sumber pendanaan lain sesuai peluang yang ada, termasuk kerja sama dengan perseroan lain maupun melalui instrumen pasar.

Selain penghimpunan DPK, Destya juga menyebut banknya berhasil menjaga likuiditas dengan lebih selektif menyalurkan kredit di awal tahun ini.

Destya bilang, sikap selektif dalam penyaluran kredit ini disebabkan oleh kondisi pasar yang masih belum menentu. Ia menilai, ketidakpastian ekonomi telah membuat konsumen maupun pelaku usaha lebih hati-hati dalam ekspansi bisnis.

Destya menambahkan, sampai saat ini, DPK Allo Bank tercatat sebesar Rp 8,4 triliun, sementara kredit yang disalurkan mencapai Rp 8,64 triliun. Jika dihitung, maka rasio kredit terhadap simpanan atau loan deposit ratio (LDR) Allo Bank sebesar 102,86%.

 

Rasio LDR itu terhitung turun jauh jika dibandingkan pada Februari 2026, di mana LDR Allo Bank masih tercatat di 123,91%. Untuk diketahui, regulator menetapkan rasio LDR yang sehat berada di bawah angka 92%.

"Di tahun 2026 ini, likuiditas Allo Bank berada dalam kondisi yang semakin sehat dan lebih kuat dibanding periode yang sama tahun lalu," kata Destya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU

[X]
×