kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Ini yang membuat BI dan OJK memangkas proyeksi pertumbuhan kredit tahun ini


Minggu, 24 November 2019 / 07:55 WIB
ILUSTRASI. Nasabah bertransaksi di teller Bank BCA Tangerang Selatan, Senin (1/7). Bank Indonesia (BI) dan OJK memperkirakan laju pertumbuhan kredit tahun ini hanya akan mencapai 8%. /pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo/01/07/2019


Reporter: Laurensius Marshall Sautlan Sitanggang | Editor: Tendi Mahadi

Sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga menurunkan prediksi pertumbuhan kredit dan DPK. Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso menyebut dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR, Senin (18/11) tahun ini kredit akan tumbuh di level 8%-10%. Menurun dari proyeksi sebelumnya yang berada pada kisaran 9%-11%.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Ekonom PT Bank Mandiri Tbk Andry Asmoro menyebut, hal tersebut memang sudah sesuai dengan kondisi ekonomi saat ini. Bank Mandiri memprediksi kredit hanya di kisaran 9% dan 8% untuk DPK di tahun ini.

Baca Juga: Pasar uang antar bank (PUAB) mulai sepi, begini penyebabnya menurut bankir

Meski begitu, di tahun 2020 pertumbuhan kredit akan kembali naik sejalan dengan stimulus lewat kebijakan makroprudensial bank sentral. "Tahun depan proyeksi kami kredit 10% dan DPK 8,5%," kata Andry, Kamis (21/11).

Adapun, sektor yang masih akan menopang kredit di tahun depan masih sama menurutnya yaitu proyek pemerintah, konstruksi dan industri barang konsumsi (fast moving consumer goods).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×