kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.570.000   -14.000   -0,54%
  • USD/IDR 16.818   19,00   0,11%
  • IDX 8.925   -19,34   -0,22%
  • KOMPAS100 1.227   -4,69   -0,38%
  • LQ45 868   -3,70   -0,43%
  • ISSI 323   -0,54   -0,17%
  • IDX30 440   -3,19   -0,72%
  • IDXHIDIV20 519   -1,77   -0,34%
  • IDX80 137   -0,51   -0,37%
  • IDXV30 144   -0,52   -0,36%
  • IDXQ30 141   -1,08   -0,76%

Investasi Dapen di SUN Mengkerut


Rabu, 24 Juni 2009 / 09:22 WIB
Investasi Dapen di SUN Mengkerut


Sumber: KONTAN |

JAKARTA. Para pengelola dana pensiun mengurangi investasi di Surat Utang Negara (SUN). Penurunan investasi di SUN itu terjadi dalam dua pekan terakhir. Investasi dana pensiun di SUN per 19 Juni sebesar Rp 34,10 triliun, lebih rendah jika dibandingkan dengan posisi per akhir Mei yang mencapai Rp 35 triliun.

Penurunan investasi dana pensiun di SUN itu mengiringi kemerosotan indeks harga SUN di bulan ini, dari 94,0% di awal Juni menjadi 89,07% di pertengahan Juni. "Nilai SUN di pasar turun. Tapi, secara persentase sedikit dan tidak signifikan," ujar Penasehat Asosiasi Dana Pensiun Indonesia (ADPI) Sumaryono Rahardjo, Selasa (23/6).

Sumaryono memperkirakan, banyak pengelola dana pensiun mengubah portofolio investasinya. "Tapi perpindahan dalam jumlah besar hanya terjadi jika indeks jatuh dengan drastis atau jika bunga turun. Penurunan yang terjadi kemarin hanya mengikuti perkembangan harga pasar saja," tuturnya.

Secara persentase, porsi investasi dana pensiun di SUN masih cukup besar. Dari total dana kelolaan industri dana pensiun yang saat ini sebesar Rp 97 triliun, sekitar 30% ditempatkan di SUN. Lalu 30% lagi diinvestasikan di obligasi korporasi, 15% disimpan dalam bentuk deposito. Adapun porsi investasi di saham hanya sekitar 18% dari total dana.

Kepala Biro Dana Pensiun Bapepam-LK Mulabasa Hutabarat mengatakan, instrumen investasi dana pensiun tak banyak berubah. "Kebanyakan dana masih tersimpan dalam SUN dan obligasi korporasi," ujar Mulabasa.

Pengelola dana pensiun memilih SUN dan obligasi sebagai instrumen favorit karena keduanya cocok dengan horison investasi mereka yang berjangka panjang .

Tapi untuk memaksimalkan imbal hasil bagi peserta dana pensiun, Sumaryono mengatakan, para pengelola dana pensiun tengah mempelajari instrumen lain yang bisa memberikan imbal hasil lebih tinggi. "Kami masih mempelajari investasi baru seperti efek beragun aset," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×