kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Izin jadi panjang, tapi produk bancassurance kian banyak


Senin, 14 Maret 2011 / 09:58 WIB
ILUSTRASI. Ilustrasi Reksadana Pasar Uang


Reporter: Christine Novita Nababan |

JAKARTA. Ketentuan Bank Indonesia (BI) yang mengatur aktivitas usaha kerja sama pemasaran perusahaan asuransi dengan bank alias bancassurance tidak menyurutkan optimisme industri asuransi. Alih-alih menahan jalur distribusi lewat perbankan, produk bancassurance malah mengalir deras ke masyarakat.

BI baru saja mengeluarkan Surat Edaran BI Nomor 12/35/DPNP tentang Penetapan Manajemen Risiko pada bank yang melakukan aktivitas kerja sama pemasaran dengan perusahaan asuransi. Aturan akan membuat proses perizinan produk hasil kerjasama dua institusi keuangan ini semakin panjang.

Pasca aturan ini, PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) malah meluncurkan produk bancassurance terbarunya, buah kerja sama dengan Bank Internasional Indonesia (BII). Tak tanggung-tanggung, perusahaan asuransi asal Inggris tersebut melepas lima produk bancassurance sekaligus.

Senior Vice Presideny Director Prudential Indonesia William Kuan mengatakan, penerbitan Surat Edaran BI tersebut tidak bisa mengerem pertumbuhan produk bancassurance. Meski proses perizinan lebih panjang, jalur distribusi bancassurance tetap mempunyai ruang pertumbuhan menjanjikan di pasar asuransi Indonesia. "Buktinya, 28% dari total pendapatan premi industri asuransi diperoleh dari jalur distribusi bancassurance," terang Kuan, ketika ditemui KONTAN, akhir pekan lalu.

Tahun lalu, jalur distribusi bancassurance Prudential Indonesia sendiri memberikan kontribusi 13% atau sekitar Rp 1,02 triliun dari total pendapatan premi. Pencapaian itu tumbuh 366,3% dari tahun sebelumnya yang sebesar sekitar Rp 219,79 miliar.

Diperkirakan, hingga akhir tahun ini bisnis bancassurance PRU tetap tumbuh. Bahkan mungkin melebihi kontribusi tahun lalu. Mengingat, PRU terus menggandeng kerjasama dengan beberapa bank. Seperti Citibank, Standard Chartered Bank (Stanchart), Bank Rakyat Indonesia (BRI), dan Bank Permata.

Asuransi Manulife Indonesia juga baru saja menjalin kerja sama berupa pengembangan employee benefits dengan Stanchart Dalam kerja sama ini, Manulife membidik nasabah Stanchart dari kalangan usaha kecil menengah (UKM). Ini kerja sama bancassurance bentuk baru. "Kami akan menggagas kerja sama serupa dengan bank lain dalam pengembangan distribusi bancassurance," kata Alan Merten, Presiden Direktur Manulife Indonesia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×