Reporter: Ferry Saputra | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dinamika perekonomian yang terjadi saat ini bisa menjadi tantangan bagi bisnis Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). PT Penjaminan Kredit Daerah Provinsi Sumatera Barat (Perseroda) atau PT Jamkrida Sumbar menyebut akan tetap berfokus pada penjaminan sektor produktif tahun ini, meski ada tantangan dari sisi perekonomian.
Sebab, dia memandang penjaminan produktif tetap penting, karena berperan mendukung pertumbuhan UMKM dan penguatan ekonomi daerah.
"Penjaminan produktif memiliki dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, penciptaan lapangan kerja, dan penguatan pelaku usaha lokal di Sumatera Barat," ucap Direktur Utama PT Jamkrida Sumbar Ibnu Fadhli mengatakan kepada Kontan, Senin (1/6/2026).
Baca Juga: Jamkrida Sumbar Bakal Lebih Selektif Garap Penjaminan Sektor Produktif
Ibnu tak memungkiri bahwa dinamika ekonomi dapat memengaruhi pertumbuhan penjaminan produktif, khususnya jika terjadi perlambatan permintaan kredit dari sektor usaha atau meningkatnya kehati-hatian dari lembaga keuangan.
"Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi porsi penjaminan produktif dalam jangka pendek," tuturnya.
Sementara itu, Ibnu juga berpendapat penjaminan konsumtif memang memiliki profil risiko yang relatif lebih terukur dibandingkan sektor produktif di tengah kondisi saat ini. Namun, dia bilang adanya tantangan tersebut tak serta-merta akan membuat fokus bisnis perusahaan beralih dari penjaminan sektor produktif ke konsumtif.
Baca Juga: Portofolio Jamkrida Sumbar Masih Didominasi Penjaminan Kredit dan Pembiayaan
"Perusahaan tidak akan sepenuhnya mengalihkan fokus ke sektor konsumtif. Secara strategis, perusahaan tetap berupaya menjaga kontribusi sektor produktif sebagai porsi utama portofolio penjaminan," ungkapnya.
Lebih lanjut, Ibnu menyampaikan pihaknya akan tetap berupaya menjaga keseimbangan portofolio antara penjaminan produktif dan konsumtif agar tetap sehat ke depannya.
Hingga April 2026, Ibnu menyampaikan portofolio penjaminan sektor produktif Jamkrida Sumbar masih mendominasi dibandingkan sektor konsumtif. Adapun porsi penjaminan produktif per April 2026 sebesar 56,30% dari total nilai penjaminan Jamkrida Sumbar.
Dia bilang penjaminan produktif utamanya berasal dari pembiayaan UMKM, kredit modal kerja, dan kredit investasi yang disalurkan melalui perbankan maupun lembaga keuangan mitra.
Baca Juga: Pemerintah Berencana Beri Bunga Kredit Mikro di Bawah 10%, Ini Kata Jamkrida Sumbar
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













