Reporter: Aura Putri | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sejumlah bank syariah terus memperkuat strategi penghimpunan dana murah atau current account saving account (CASA) guna menjaga efisiensi biaya dana di tengah persaingan likuiditas yang semakin ketat. Langkah tersebut dilakukan melalui penguatan ekosistem syariah, percepatan transformasi digital, hingga optimalisasi struktur pendanaan.
Berdasarkan laporan keuangan bulanan, sejumlah bank syariah berhasil mencatatkan pertumbuhan CASA yang positif hingga pertengahan tahun 2026. Kinerja tersebut menjadi indikator penting bagi perbankan syariah dalam menjaga biaya dana tetap kompetitif sekaligus mendukung ekspansi pembiayaan.
BCA Syariah mencatatkan pertumbuhan CASA sebesar 14,63% secara tahunan atau year on year (yoy) menjadi Rp 6,53 triliun per Juni 2026. Sejalan dengan itu, rasio CASA perseroan meningkat dari 40,78% menjadi 42,40%.
Kinerja serupa juga dibukukan oleh bank bjb syariah. Hingga Juni 2026, CASA bank tersebut tumbuh 16,50% yoy menjadi Rp 3,62 triliun, dengan rasio CASA naik menjadi 31,21%.
Baca Juga: Zurich Syariah Catat Kontribusi Bruto Tumbuh 20% pada Semester I-2026
Sementara itu, Bank Syariah Indonesia (BSI) mencatatkan CASA sebesar Rp 235,05 triliun per Mei 2026. Angka tersebut meningkat 20,53% yoy dibandingkan posisi Mei 2025 yang sebesar Rp 195,01 triliun. Rasio CASA BSI pun naik menjadi 63,16% dari sebelumnya 61,17%.
Corporate Secretary Bank Syariah Indonesia, Wisnu Sunandar, mengatakan pertumbuhan dana murah BSI didorong oleh optimalisasi dana pihak ketiga (DPK), terutama melalui penguatan berbagai ekosistem syariah.
"Sebagai bank syariah terbesar, BSI memiliki keunikan dalam mengelola Islamic ecosystem terutama Tabungan Haji dan Umrah. Selain itu, Bank Syariah Indonesia juga mendapatkan amanah sebagai salah satu bullion bank atau bank emas pertama di Indonesia," ujar Wisnu kepada Kontan, Jumat (17/7/2026).
Sejalan dengan strategi tersebut, Tabungan Haji BSI hingga Mei 2026 tumbuh 17,15% yoy menjadi Rp 6,25 triliun. Perseroan secara konsisten mengedukasi masyarakat, khususnya generasi muda, mengenai pentingnya perencanaan ibadah haji sejak dini melalui berbagai program literasi yang digelar di berbagai kota.
Menurut Wisnu, ekosistem haji dan layanan bullion bank akan tetap menjadi fokus utama BSI dalam memperkuat komposisi dana murah. Selain itu, perseroan juga terus mempercepat transformasi digital dan penguatan sistem teknologi informasi guna meningkatkan kualitas layanan kepada nasabah.
Baca Juga: Minat Investasi Obligasi Cukup Tinggi, Bisnis Wealth Management KB Bank Melonjak
Di sisi lain, Bank Mega Syariah membukukan CASA sebesar Rp 3,35 triliun per Mei 2026. Nilai tersebut turun 10,29% yoy dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Meski demikian, rasio CASA perseroan meningkat menjadi 35,62% dari 33,05%.
Corporate Secretary Division Head Bank Mega Syariah, Hanie Dewita, mengatakan perseroan tetap berupaya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis, efisiensi biaya dana, dan kualitas aset di tengah dinamika industri perbankan.
“Ke depan, kami akan terus menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis, efisiensi biaya dana, dan kualitas aset. Strategi ini penting agar Bank Mega Syariah dapat terus tumbuh secara sehat serta memberikan layanan keuangan syariah yang semakin relevan bagi masyarakat,” katanya dalam keterangan resmi, dikutip (17/7/2026).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_24062609492500.jpg)
