kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Portofolio Jamkrida Sumbar Masih Didominasi Penjaminan Kredit dan Pembiayaan


Senin, 04 Mei 2026 / 10:46 WIB
Portofolio Jamkrida Sumbar Masih Didominasi Penjaminan Kredit dan Pembiayaan
ILUSTRASI. Jamkrida Sumbar menyebut porsi penjaminan nonproduktif tercatat 66,3% dari total portofolio per Maret 2026. (KONTAN/Panji Indra)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Penjaminan Kredit Daerah Provinsi Sumatera Barat (Perseroda) atau PT Jamkrida Sumbar menyampaikan portofolio penjaminan saat ini masih didominasi oleh penjaminan kredit dan pembiayaan (nonproduktif).

Direktur Utama PT Jamkrida Sumbar Ibnu Fadhli menyebut porsi penjaminan nonproduktif tercatat 66,3% dari total portofolio per Maret 2026.

"Per Maret 2026, porsi penjaminan nonproduktif tercatat 66,3%, sedangkan penjaminan produktif 33,7%," katanya kepada Kontan, Minggu (3/5/2026).

Baca Juga: Tumbuh 52%, Pembiayaan Baru Adira Finance Capai Rp 11,9 Triliun pada Kuartal I-2026

Ibnu menyampaikan dominasi itu terjadi karena masih tingginya permintaan terhadap penjaminan kredit konsumtif dan pembiayaan yang telah memiliki pasar dan pola bisnis yang lebih matang. Selain itu, dia bilang produk itu didukung oleh pipeline yang stabil dari mitra lembaga keuangan, sehingga secara volume masih menjadi kontributor utama portofolio perusahaan.

Ibnu menerangkan permintaan pasar yang masih tinggi, terutama dari sektor UMKM, yang menjadi fokus utama penyaluran kredit perbankan dan lembaga keuangan juga turut membuat perusahaan menggarap produk tersebut.

"Dengan kata lain, produk penjaminan kredit dan pembiayaan telah memiliki ekosistem yang lebih matang, baik dari sisi regulasi, mitra kerja sama, maupun mekanisme bisnis. Dengan demikian, lebih mudah untuk dijalankan secara masif dibandingkan produk lainnya," ungkapnya.

Untuk mendorong diversifikasi produk, Ibnu menyampaikan perusahaan akan melakukan beberapa langkah strategis, antara lain memperluas kerja sama dengan mitra baru, termasuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Pemerintah Daerah, dan sektor swasta.

Selain itu, meningkatkan literasi dan edukasi pasar terkait produk penjaminan nonkredit, mengembangkan skema produk yang lebih fleksibel dan sesuai kebutuhan pasar khususnya di sektor riil. Ditambah, memperkuat kapasitas internal baik dari sisi sumber daya manusia, manajemen risiko, maupun sistem teknologi informasi.

Baca Juga: Meski Era Digitalisasi, Pegadaian Menilai Kantor Cabang Masih Punya Peran Penting

Melalui langkah-langkah tersebut, Ibnu optimistis pihaknya dapat meningkatkan kontribusi produk nonkredit secara bertahap dalam portofolio penjaminan ke depan.

Sebelumnya, Asosiasi Perusahaan Penjaminan Indonesia (Asippindo) menyampaikan industri penjaminan masih menghadapi tantangan pengembangan produk. Hal itu karena industri masih berfokus pada produk penjaminan kredit dan pembiayaan sejauh ini.

Sekretaris Jenderal Asippindo Agus Supriadi menerangkan dominasi penjaminan kredit dan pembiayaan bukan semata-mata karena industri kesulitan dalam menjalankan produk lain, melainkan lebih karena faktor struktural dan pasar. 

"Produk penjaminan kredit sudah memiliki ekosistem yang matang, mulai dari permintaan yang tinggi, khususnya segmen Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), dukungan regulasi, hingga pola bisnis yang sudah teruji," ucapnya kepada Kontan.

Asal tahu saja, terdapat 12 produk penjaminan yang bisa dijalankan perusahaan penjaminan berdasarkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang Penjaminan, kemudian Peraturan OJK (POJK) Nomor 11 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Usaha Lembaga Penjamin.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×