Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Dina Hutauruk
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Jamkrindo (Persero) berkomitmen memperluas pertumbuhan bisnis dengan tetap menjaga kesehatan perusahaan, kecepatan layanan, efisiensi, serta memberikan dampak nyata bagi mitra dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Untuk mencapai target tersebut, manajemen Jamkrindo memastikan seluruh tim, mulai dari kantor pusat hingga daerah, memiliki pemahaman yang sama mengenai visi dan misi perusahaan. Selain itu, perusahaan terus memastikan kebutuhan mitra serta kualitas layanan yang diberikan oleh tim di lapangan benar-benar dipahami.
Direktur Bisnis Penjaminan Jamkrindo Ardhi Setyarko mengatakan, salah satu upaya untuk menyamakan pemahaman tersebut dilakukan melalui kunjungan ke sejumlah kantor cabang dan mitra di berbagai daerah.
Teranyar, manajemen Jamkrindo mengunjungi kantor cabang serta mitra UMKM di Cirebon. Menurut Ardhi, kunjungan tersebut penting untuk memastikan arahan manajemen dapat diterima dan dijalankan secara sejalan oleh seluruh tim.
Baca Juga: Jamkrindo Dorong UMKM Melek Keuangan dan Penjaminan Lewat Program Jejak
“Semangatnya harus sama, mulai dari manajemen pusat, wilayah, sampai tim paling bawah. Sebagai BUMN, perusahaan harus benar-benar hadir dan memberikan value kepada masyarakat, mitra, dan negara,” ujar Ardhi dalam keterangannya, Kamis (24/9/2026).
Dalam kunjungan ke kantor cabang, Ardhi bilang,manajemen juga menyampaikan posisi perusahaan saat ini, arah perusahaan ke depan, harapan para pemangku kepentingan, serta cara Jamkrindo memberikan nilai tambah yang lebih besar.
Ardhi menilai, pemahaman terhadap alasan di balik sebuah strategi akan membuat tim lebih mudah menjalankannya. Misalnya, ketika tim diminta meningkatkan produktivitas, manajemen perlu menjelaskan dampaknya terhadap bisnis, nasabah, dan perusahaan. Dengan demikian, tim tidak hanya menerima instruksi, tetapi memahami alasan dan tujuan di balik kebijakan tersebut.
Pendampingan UMKM
Selain memastikan keselarasan internal, manajemen Jamkrindo juga mengecek langsung kondisi layanan kepada pihak eksternal. Perusahaan bertemu dengan sejumlah mitra dan nasabah untuk melihat apakah layanan yang diberikan sudah optimal.
Jamkrindo berperan membantu pelaku UMKM yang memiliki usaha layak dan berpotensi berkembang, tetapi belum memenuhi persyaratan perbankan untuk memperoleh pembiayaan atau belum bankable. Dalam kondisi tersebut, penjaminan menjadi salah satu bentuk dukungan yang diberikan perusahaan.
Namun, peran Jamkrindo tidak berhenti pada pemberian jaminan. Perusahaan juga berupaya mendukung pengembangan bisnis UMKM, termasuk membantu membuka akses pasar.
Sebagai contoh, Jamkrindo bertemu, Melani dan Suhartoto, pasangan suami istri nasabah kredit usaha rakyat (KUR) yang memiliki usaha produksi kue bole. Keduanya, baru kembali menjalankan usahanya sekitar satu tahun terakhir setelah sempat vakum selama empat tahunan karena terdampak pandemi Covid-19.
Baca Juga: Upaya Mendorong Standar Kompetensi Industri Penjaminan
Keduanya memproduksi sekitar 1.000–2.000 potong bolu per hari. Penjualannya masih sistem titip ke pasar-pasar yang dijual dengan harga Rp 2.000 per potong. Masalahnya, kue yang dititip di pasar tak selalu ludes terjual. Hingga saat ini, keduanya belum punya toko sendiri atau menyediakan layanan penjualan online. “Saya gaptek, jadi belum jual online,” ujar Melani.
Tantangan lain adalah saat harga bahan baku naik, terutama telur. Kenaikan harga telur Rp 3.000 per kilogram saja bisa mendorong biaya produksi naik signifikan sedangkan harga bolu tak bisa dikerek karena persaingan juga tinggi. Sementara untuk mengerek lewat volume sulit karena kapasitas produksi dan serapan pasar Melani dan Suhartoto masih terbatas.
Hingga saat ini, Melani dan Suhartoto mengaku belum punya rencana untuk buka toko roti sendiri meski tak menutup kemungkinan bisa ada peluang. Keduanya sudah lama menjadi nasabah KUR dengan awal plafon pinjaman Rp 25 juta, lalu meningkatkan bertahap hingga terakhir Rp 300 juta.
Dari pertemuan itu, Jamkrindo tidak hanya melihat aspek penjaminan tetapi juga siap membantu dalam hal penyaluran produknya. “Perusahaan juga dapat membantu memasarkannya dengan mempertemukan pelaku usaha dengan jaringan internal maupun eksternal yang membutuhkan produknya,” kata Ardhi.
Kecepatan Layanan
Selain membuka akses pasar, Jamkrindo juga mendorong digitalisasi UMKM, terutama bagi pelaku usaha yang masih mengandalkan pemasaran secara manual. Perusahaan mendorong pelaku UMKM memanfaatkan berbagai kanal digital untuk memperluas pemasaran.
Ardhi menekankan bahwa kebutuhan nasabah harus direspons dengan cepat. Ketika mitra membutuhkan bantuan, perusahaan harus hadir dan memberikan solusi sesegera mungkin.
Irwan Muslim, Direktur PT Sriwijaya Putra Mandiri, telah menjadi mitra penjaminan Jamkrindo selama tiga tahun. Sebagai kontraktor pekerjaan perkeretaapian, seperti perbaikan jalur dan stasiun, ia membutuhkan proses penjaminan yang cepat, terutama saat mengikuti tender.
“Dalam beberapa kondisi, KAI meminta dokumen penjaminan sudah tersedia keesokan pagi. Saya butuh layanan cepat. Sejauh ini pelayanan Jamkrindo cukup baik, prosesnya cepat, bahkan dapat dilayani hingga malam hari,” tutur Irwan.
Baca Juga: Jamkrindo Dorong Kemandirian Ekonomi Desa
Ardhi menjelaskan, layanan Jamkrindo yang dianalogikan seperti “24 jam” menggambarkan kecepatan dalam merespons kebutuhan mitra, bukan berarti beroperasi secara harfiah 24 jam. Jika kebutuhan jaminan muncul malam hari dan memungkinkan diselesaikan saat itu, proses diupayakan selesai segera.
Untuk mendukung kecepatan tersebut, digitalisasi menjadi bagian penting dalam peningkatan layanan. Sejumlah layanan Jamkrindo kini dapat dilakukan secara online sehingga proses penjaminan lebih cepat dan mudah bagi mitra.
Peningkatan kualitas layanan juga dapat membuka peluang mendapatkan mitra baru. Ardhi mengatakan, hubungan yang baik dan layanan prima dapat mendorong mitra menceritakan pengalamannya kepada orang lain, sehingga menjadi word of mouth marketing.
“Karena itu, kualitas layanan sangat penting. Pelayanan yang baik dapat membantu mendatangkan mitra baru tanpa harus selalu melakukan pemasaran secara konvensional,” kata Ardhi.
Hingga Agustus 2026, Kantor Wilayah Bandung Jamkrindo mencatatkan volume penjaminan sebesar Rp 21,9 triliun dengan jumlah pelaku UMKM terjamin mencapai 259.897 debitur.
Adapun Cabang Cirebon turut memberikan kontribusi dengan volume penjaminan sebesar Rp 4,72 triliun yang telah menjangkau 56.622 pelaku UMKM. Produk Kredit Usaha Rakyat (KUR) menjadi salah satu produk dengan volume penjaminan yang tinggi dalam portofolio tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














