kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   10.000   0,38%
  • USD/IDR 16.910   28,00   0,17%
  • IDX 9.075   42,82   0,47%
  • KOMPAS100 1.256   8,05   0,64%
  • LQ45 889   7,35   0,83%
  • ISSI 330   0,23   0,07%
  • IDX30 452   3,62   0,81%
  • IDXHIDIV20 533   4,12   0,78%
  • IDX80 140   0,85   0,61%
  • IDXV30 147   0,15   0,10%
  • IDXQ30 145   1,19   0,83%

Jasindo incar premi ritel Rp 2 trilun di 2018


Sabtu, 18 November 2017 / 11:21 WIB
Jasindo incar premi ritel Rp 2 trilun di 2018


Reporter: Sanny Cicilia | Editor: Rizki Caturini

KONTAN.CO.ID - LOMBOK. PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) menargetkan meraup premi Rp 2 triliun dari segmen ritel tahun 2018. Pertumbuhan ini akan didorong dari semua lini, ditambah produk baru asuransi perjalanan yang baru diluncurkan Jumat kemarin (17/11).

Tahun ini, Jasindo menargetkan mengumpulkan premi Rp 1,7 triliun di segmen ritel. Sampai September lalu, perusahaan asuransi pelat merah ini sudah mengumpulkan premi Rp 1,2 triliun.

Sahata L. Tobing, Direktur Operasi Ritel Jasindo mengatakan, penyumbang terbesar asuransi ritel adalah bancassurance, seperti asuransi multiguna dan mikro yang dipasarkan lewat perbankan. Sumbangan lini ini sekitar 30%.

Penyumbang terbesar kedua adalah asuransi kendaraan bermotor yang kontribusinya sekitar 28%. Sedangkan asuransi kesehatan menyumbang sekitar 15%.

Kemarin, Jasindo meluncurkan asuransi perjalanan atau travel insurance, yang berada di bawah lini asuransi kesehatan. Meski masih baru, Sahata menargetkan, kontribusi asuransi perjalanan sebesar 2,5%-3% tahun depan.

Terkikis holding BUMN

Seluruh target asuransi ritel ini, kata Sahata, menyumbang premi Jasindo keseluruhan 40%. Tahun depan, dia berharap, porsi ritel menjadi lebih besar, mengimbangi perolehan premi korporasi.

Dia menjelaskan, perolehan premi korporasi sempat terpangkas akibat pembentukan holding BUMN. Pasalnya, perusahaan BUMN yang tadinya mengasuransikan risikonya sendiri-sendiri, kini menjadi satu grup. Perolehan premi dari holding pupuk, kata Sahata, sempat hilang separuhnya.

"Semakin besar porsi ritel, semakin sehat perusahaan asuransi karena sumber penerimaan premi lebih banyak, goncangannya lebih sedikit," kata Sahata di Lombok, NTB, kemarin.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies Investing From Zero

[X]
×