Reporter: Ferry Saputra | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) menyebut pertumbuhan pendapatan premi masih dibayangi sejumlah tantangan pada 2026.
Sekretaris Perusahaan Asuransi Jasindo Brellian Gema Widayana mengatakan salah satu tantangan pertumbuhan premi, yakni masih terjadinya dinamika daya beli masyarakat.
"Selain itu, adanya kehati-hatian dunia usaha, serta kompetisi tarif," ucapnya kepada Kontan, Senin (2/3/2026).
Baca Juga: RKAB Batubara Berpotensi Dipangkas, Asuransi YOII Akan Diversifikasi Portofolio
Namun, Gema menyebut lewat strategi yang dilakukan, Jasindo optimistis kebutuhan proteksi tetap memiliki prospek positif pada tahun ini. Dia menerangkan Jasindo akan terus menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan kualitas risiko untuk memastikan kinerja yang berkelanjutan.
Lebih lanjut, Gema menyampaikan ruang pertumbuhan premi sebenarnya masih terbuka lebar pada tahun ini. Salah satunya dipicu peningkatan kebutuhan perlindungan atas aset strategis nasional, proyek infrastruktur, serta sektor energi.
Dia bilang dukungan terhadap program-program strategis pemerintah juga menjadi salah satu pendorong stabilitas portofolio bisnis.
Baca Juga: Tokio Marine Life Beberkan Faktor yang Pengaruhi Kinerja Unitlink Saham pada 2026
Dalam mendorong kinerja premi, Jasindo akan berfokus pada lini bisnis asuransi harta benda sehingga diharapkan menjadi salah satu kontributor utama kinerja premi pada 2026. Selain itu, berfokus juga pada lini asuransi energi, baik onshore maupun offshore, serta asuransi rekayasa yang ditargetkan juga menjadi penggerak utama kinerja premi.
Berdasarkan laporan keuangan perusahaan di situs resmi, Jasindo mencatatkan pendapatan premi sebesar Rp 4,01 triliun, atau meningkat 5,52% secara Year on Year (YoY) per akhir 2025. Adapun laba setelah pajak yang dibukukan perusahaan mencapai Rp 226,06 miliar, atau meningkat signifikan sebesar 43,68% secara YoY.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












