Reporter: Aulia Ivanka Rahmana | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Asuransi Jasa Indonesia (Persero) atau Jasindo mencermati tren penurunan premi asuransi kendaraan bermotor sebagai dampak dari perlambatan penjualan otomotif nasional.
Sekretaris Perusahaan Asuransi Jasindo, Brellian Gema Widayana mengatakan, di tengah kondisi pasar yang menantang, Jasindo mengambil pendekatan yang lebih berhati-hati dengan menekankan pengelolaan portofolio yang sehat dan berkelanjutan.
“Asuransi Jasindo mencermati tren penurunan premi asuransi kendaraan juga sebagai refleksi dari perlambatan penjualan otomotif nasional. Meski begitu, kami melihat prospek bisnis asuransi kendaraan ke depannya akan tetap terjaga, khususnya melalui pengelolaan portofolio yang sehat,” ujar Brellian kepada Kontan, Selasa (3/2/2026).
Ia menambahkan, perusahaan tetap membuka ruang pertumbuhan yang terukur dengan mengedepankan kualitas risiko dibandingkan sekadar mengejar volume premi. Pendekatan tersebut dinilai penting untuk menjaga kinerja bisnis dalam jangka panjang.
Baca Juga: Strategi Jasindo Syariah Kejar Pertumbuhan Positif di Tengah Tantangan Industri
Dalam menjaga stabilitas premi asuransi kendaraan bermotor, Jasindo menerapkan strategi seleksi risiko yang lebih ketat serta penguatan layanan klaim yang cepat dan transparan. Menurut Brellian, kualitas layanan menjadi faktor kunci untuk menjaga kepercayaan nasabah di tengah tekanan pasar.
Selain itu, Jasindo juga terus memperkuat kanal distribusi melalui kolaborasi dengan mitra terpercaya, serta penjualan langsung kepada nasabah. Strategi ini didukung oleh jaringan 30 Representative Office Jasindo yang tersebar di seluruh Indonesia.
“Ke depan, kami terus memperkuat kanal distribusi untuk menjaga stabilitas premi di tengah tekanan pasar,” katanya.
Sejalan dengan strategi tersebut, kinerja premi Jasindo masih mencatatkan pertumbuhan. Per Desember 2025, premi bruto Asuransi Jasindo tercatat sebesar Rp 4,01 triliun, tumbuh sekitar 5,6% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 3,80 triliun.
Baca Juga: Dorong Kinerja Laba, Jasindo akan Optimalkan Strategi Pertumbuhan Organik pada 2026
Brellian menegaskan, Jasindo menargetkan pertumbuhan premi asuransi kendaraan yang sejalan dengan kondisi pasar dan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian. Fokus perusahaan tidak hanya pada pertumbuhan volume, tetapi juga pada kualitas portofolio dan layanan.
Adapun berdasarkan data terakhir Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per November 2025, pendapatan premi asuransi umum dari lini usaha kendaraan bermotor tercatat sebesar Rp 18,47 triliun atau turun 4,03% secara tahunan. Sejalan dengan itu, nilai klaim asuransi kendaraan bermotor juga menurun 3,22% secara tahunan menjadi Rp 7,19 triliun.
Baca Juga: Jasindo Bidik Pertumbuhan Premi Terukur pada 2026 dengan Prinsip Kehati-hatian
Selanjutnya: BPS Proyeksi Produksi Beras Q1 2026 Tembus 10,16 Juta Ton, Ini Faktor Pendorongnya
Menarik Dibaca: Ramalan Zodiak Keuangan dan Karier Besok Rabu 4 Februari 2026, Peluang Banyak
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












