kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   20.000   0,76%
  • USD/IDR 18.090   -20,00   -0,11%
  • IDX 6.049   9,77   0,16%
  • KOMPAS100 791   2,77   0,35%
  • LQ45 601   2,07   0,35%
  • ISSI 210   -0,17   -0,08%
  • IDX30 340   0,79   0,23%
  • IDXHIDIV20 423   1,37   0,33%
  • IDX80 90   0,29   0,32%
  • IDXV30 116   0,14   0,12%
  • IDXQ30 109   0,29   0,26%

Jasindo Waspadai Sejumlah Faktor yang Bisa Pengaruhi Kinerja Asuransi Properti


Rabu, 15 Juli 2026 / 14:17 WIB
Jasindo Waspadai Sejumlah Faktor yang Bisa Pengaruhi Kinerja Asuransi Properti
ILUSTRASI. Asuransi Jasindo (DOK/Asuransi Jasindo)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) mewaspadai sejumlah faktor yang bisa memengaruhi kinerja asuransi properti hingga akhir 2026.

Sekretaris Perusahaan Asuransi Jasindo Brellian Gema Widayana mengatakan sejumlah faktor yang menjadi perhatian hingga akhir tahun, antara lain kemungkinan terjadinya pergeseran waktu realisasi investasi dan proyek. Serta meningkatnya nilai eksposur aset akibat kenaikan biaya konstruksi dan material.

"Selain itu, mencermati juga potensi risiko bencana alam yang dapat memengaruhi tingkat risiko pada objek pertanggungan," katanya kepada Kontan, Selasa (14/7/2026).

Baca Juga: Gelombang PHK Mulai Bayangi Kredit Konsumer, Kredit Macet Berpotensi Meningkat

Secara keseluruhan, Gema menerangkan kinerja lini asuransi properti pada dasarnya dipengaruhi dinamika aktivitas bisnis di sektor riil, khususnya realisasi investasi, pembangunan proyek baru, serta ekspansi kawasan industri dan komersial. 

Dia bilang karakteristik bisnis asuransi properti juga dipengaruhi oleh waktu penutupan (closing) proyek maupun pembaruan kontrak.

"Dengan demikian, pergerakan premi pada periode tertentu merupakan hal yang lazim terjadi dalam industri," tuturnya.

Oleh karena itu, Gema menyebut, Jasindo akan terus memperkuat prinsip kehati-hatian dalam proses underwriting, melakukan evaluasi risiko secara berkala, serta memastikan penerapan manajemen risiko yang optimal agar pertumbuhan bisnis tetap sehat dan berkelanjutan.

Berdasarkan laporan kuangan perusahaan di situs resmi, pendapatan premi Jasindo mencapai Rp 1,03 triliun per Mei 2026. Adapun klaim bruto tercatat sebesar Rp 735,70 miliar per Mei 2026.

Terkait kinerja industri, data Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) mencatat, pendapatan premi asuransi properti tumbuh sebesar 6,5% Year on Year (YoY), menjadi Rp 8,31 triliun per Maret 2026. 

Adapun nilai klaim asuransi properti mengalami pertumbuhan signifikan sebesar 34,7% YoY, menjadi Rp 2,64 triliun per Maret 2026. 

Baca Juga: Sejumlah Faktor Ini Dapat Pengaruhi Peningkatan Klaim Lini Asuransi Properti

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×