kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.969   56,00   0,31%
  • IDX 5.669   26,20   0,46%
  • KOMPAS100 732   4,13   0,57%
  • LQ45 557   3,79   0,69%
  • ISSI 197   0,36   0,19%
  • IDX30 316   1,45   0,46%
  • IDXHIDIV20 390   0,52   0,13%
  • IDX80 83   0,39   0,47%
  • IDXV30 106   -0,47   -0,44%
  • IDXQ30 102   0,35   0,34%

Kajian konsolidasi bank BUMN syariah molor


Kamis, 13 Agustus 2015 / 14:16 WIB


Reporter: Nina Dwiantika | Editor: Adi Wikanto

JAKARTA. Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tidak mengurungkan niat untuk mengkonsolidasikan bank pelat merah berbasis syariah. Meskipun isu penggabungan bank syariah berplat merah ini sudah terhembus sejak tahun 2013.

Rini Soemarno, Menteri BUMN mengatakan, pihaknya terus mengkaji rencana yang paling tepat untuk konsolidasi ini.

“Kami ingin tahun ini tapi itu tidak mungkin. Jadi kami akan melanjutkan rencana konsolidasi ini pada tahun mendatang,” katanya, Kamis (13/8).

Kementerian BUMN ini berkoordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk pembicaraan ini karena mereka adalah selaku pengawas dan pengatur perbankan.

Saat ini, ada empat bank berplat merah berbasis syariah yakni Bank Syariah Mandiri (BSM), Bank Rakyat Indonesia (BRI) Syariah, dan Bank Negara Indonesia (BNI) Syariah berkategori Bank Umum Syariah (BUS), serta Bank Tabungan Negara (BTN) Syariah berkategori Unit Usaha Syariah (UUS).

Berdasarkan aset, BSM memiliki aset Rp 67,15 triliun per Maret 2015. BRI Syariah memiliki aset Rp 20,56 triliun per Maret 2015. Kemudian, BNI Syariah memiliki aset Rp 20,20 triliun per Maret 2015. Dan BTN Syariah memiliki aset Rp 11,40 triliun per Maret 2015.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×