Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank KB Indonesia Tbk (KB Bank) masih mencatat pertumbuhan positif pada dana pihak ketiga (DPK) valuta asing (valas). Namun, laju pertumbuhan tersebut mulai melandai seiring meningkatnya kehati-hatian nasabah di tengah volatilitas nilai tukar rupiah dan ketidakpastian ekonomi global.
Presiden Direktur KB Bank Kunardy Darma Lie mengatakan, perlambatan pertumbuhan DPK valas tersebut tidak terlepas dari kondisi pasar yang membuat nasabah lebih selektif dalam mengelola likuiditas serta eksposur valuta asing.
"DPK Valas KB Bank masih menunjukkan pertumbuhan positif, meskipun momentumnya mulai melambat sejalan dengan perkembangan industri. Di tengah volatilitas Rupiah dan ketidakpastian global, nasabah cenderung mengambil sikap lebih prudent dalam mengelola likuiditas dan eksposur valuta asing," ujar Kunardy kepada kontan.co.id, Senin (24/8).
Menurut Kunardy, penghimpunan DPK valas KB Bank hingga saat ini masih banyak ditopang oleh segmen korporasi. Kontribusi terutama berasal dari nasabah eksportir dan importir yang memiliki kebutuhan transaksi dalam mata uang asing.
Baca Juga: Insentif Likuiditas BI Diperbarui, Bank Mulai Atur Strategi Surat Utang
Selain itu, ekosistem perusahaan Korea yang menjadi salah satu fokus bisnis KB Bank juga turut memberikan dukungan terhadap penghimpunan dana valas perseroan.
Di tengah dinamika pasar valuta asing, Kunardy memastikan kondisi likuiditas valas KB Bank tetap terjaga. Perseroan juga terus mempertahankan kecukupan buffer likuiditas untuk mengantisipasi kebutuhan pendanaan dolar AS serta perubahan kondisi di pasar valuta asing.
Strategi KB Bank Kejar Pertumbuhan DPK Valas
Memasuki akhir 2026, KB Bank melihat masih terdapat peluang untuk meningkatkan DPK valas, terutama seiring dengan meningkatnya kebutuhan pendanaan dari segmen korporasi dan eksportir.
Meski demikian, KB Bank tidak akan mengandalkan strategi pricing semata, termasuk dengan menaikkan suku bunga untuk menarik dana valas dari nasabah.
"Strategi KB Bank tidak semata-mata mengandalkan pricing atau kenaikan suku bunga, tetapi memperkuat FX ecosystem secara menyeluruh," kata Kunardy.
Penguatan ekosistem tersebut dilakukan melalui sejumlah lini bisnis, mulai dari peningkatan USD CASA, trade finance, transaksi foreign exchange (FX), solusi hedging, hingga pengembangan ekosistem korporasi Korea.
Baca Juga: BCA Perkuat Likuiditas Valas, DPK Valas Capai Rp116,98 Triliun hingga Juni 2026
Menurut Kunardy, pendekatan tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan pertumbuhan DPK valas, tetapi juga menjaga kualitas serta struktur pendanaan KB Bank.
Dengan memperbesar porsi dana murah valas dan mengintegrasikan berbagai kebutuhan transaksi nasabah korporasi, KB Bank juga berupaya menjaga cost of fund (CoF) pada level yang optimal.
Strategi tersebut menjadi semakin penting di tengah persaingan penghimpunan dana valas yang dinilai semakin dinamis, sekaligus menghadapi kondisi pasar global dan pergerakan nilai tukar yang masih berpotensi berfluktuasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














