Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Khomarul Hidayat
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mencatatkan pertumbuhan kredit sebesar 10,5% secara tahunan atau year on year (YoY) menjadi Rp 1.017 triliun per Agustus 2026.
Di tengah ekspansi kredit tersebut, BCA tetap menempatkan dana pada surat berharga sebagai bagian dari strategi pengelolaan likuiditas.
Executive Vice President Corporate Communication & Social Responsibility BCA mengatakan, fungsi utama perbankan adalah sebagai lembaga intermediasi ekonomi melalui penyaluran kredit.
Baca Juga: Allo Bank: Jatuh Tempo SRBI Berpotensi Tekan Bunga Deposito
Namun, BCA juga mengalokasikan dana pada sejumlah instrumen surat berharga, termasuk obligasi pemerintah, Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), dan surat berharga lainnya.
"Penempatan dana tersebut merupakan bagian dari strategi pengelolaan likuiditas perusahaan sekaligus mendukung perekonomian nasional," ungkap Hera kepada kontan.co.id, Jumat (9/10/2026).
Berdasarkan laporan keuangan BCA per Agustus 2026, kepemilikan surat berharga BCA mencapai Rp 393,79 triliun. Nilai tersebut turun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 401,05 triliun.
BCA menyatakan senantiasa menjaga keseimbangan antara kecukupan likuiditas dan ekspansi kredit yang sehat. BCA juga berkomitmen mengelola likuiditas secara pruden dengan tetap menerapkan prinsip kehati-hatian dalam manajemen risiko.
Baca Juga: BRI Tawarkan SBR015 dengan Kupon hingga 6,85%, Investasi Mulai Rp 1 Juta
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













