kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.622.000   10.000   0,38%
  • USD/IDR 18.035   52,00   0,29%
  • IDX 6.186   -10,65   -0,17%
  • KOMPAS100 807   -4,25   -0,52%
  • LQ45 613   -2,23   -0,36%
  • ISSI 214   -0,32   -0,15%
  • IDX30 345   -1,11   -0,32%
  • IDXHIDIV20 427   -1,32   -0,31%
  • IDX80 92   -0,44   -0,48%
  • IDXV30 116   -0,47   -0,40%
  • IDXQ30 110   -0,53   -0,47%

Kenaikan bunga Fasbi menguntungkan BI dan bank


Senin, 13 Agustus 2012 / 14:24 WIB
ILUSTRASI. Pekerja membawa kemasan paket dari Tokopedia di Titipaja Warehouse, Jakarta. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/foc.


Reporter: Anna Suci Perwitasari |

JAKARTA. Kebijakan Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga Fasilitas Simpanan Bank Indonesia (Fasbi) alias Deposit Facility sebesar 25 basis point menjadi 4% dinilai Ekonom Bank BNI Ryan Kiryanto cukup baik untuk mengatur sistem moneter.

"Itu berarti, BI memilih mengeluarkan biaya moneter lebih besar asal nilai tukar rupiah stabil dan inflasi terkendali," katanya saat dihubungi KONTAN, Senin (13/8).

Menurutnya kenaikan inipun lebih bertujuan agar BI dengan mudah mengendalikan ekses likuiditas. Semakin tingginya bunga akan menarik minat perbankan yang kelebihan dana. Sebaliknya, bagi bank Fasbi bisa menjadi alat untuk menyetel likuiditas. Jika permintaan kredit tinggi, instrumen ini bisa dicairkan, sebaliknya jika kredit tak terlalu tinggi, sana ini tidak menjadi duit nganggur. Hingga semester I 2012, likuiditas bank sudah naik sebesar 25,9%.

“Jadi perlu direm, agar tidak mendorong inflasi dan tidak mengarah ke economic overheating,” tambahnya.

Kepala Biro Humas BI, Difi A Johansyah membenarkan bahwa kenaikan suku bunga Fasbi ini bertujuan untuk menarik bank memasukkan likuiditasnya ke BI ketika permintaan kredit tidak bisa mengimbangi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×