kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.850.000   19.000   0,67%
  • USD/IDR 17.091   44,00   0,26%
  • IDX 6.999   9,26   0,13%
  • KOMPAS100 963   -2,10   -0,22%
  • LQ45 704   -4,20   -0,59%
  • ISSI 251   0,93   0,37%
  • IDX30 383   -4,73   -1,22%
  • IDXHIDIV20 474   -7,17   -1,49%
  • IDX80 108   -0,32   -0,29%
  • IDXV30 131   -1,55   -1,17%
  • IDXQ30 125   -1,97   -1,55%

Klaim asuransi kredit melonjak, AAUI minta tingkatkan assessment risiko


Minggu, 08 Maret 2020 / 19:32 WIB
Klaim asuransi kredit melonjak, AAUI minta tingkatkan assessment risiko
ILUSTRASI. Pengunjung mangamati logo perusahaan asuransi di kantor Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Jakarta, kamis (23/5). Menurut Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) pansa premi asuransi umum masih didominasi oleh 2 lini usaha terbesar yaitu asuransi har


Reporter: Maizal Walfajri | Editor: Noverius Laoli

“Kenapa menguranginya? Karena susah mengendalikan risiko bisnis tersebut, lantaran tergantung kepada pemberi kredit. Dalam hal ini bisa perbankan, multifinance, maupun kreditur lain. Saat NPL tinggi, mereka butuh asuransi,” jelas Dody.

Namun yang terjadi, hal ini dijadikan oleh kreditur sebagai upaya menurunkan NPL. Di sisi lain, potensi asuransi kredit besar menyebabkan posisi daya tawar ada di kreditur. Sehingga daya tawar asuransi lemah, sehingga kurang assessment risiko demi mendapatkan premi yang besar.

Baca Juga: Meski underwriting tak optimal, laba asuransi umum tumbuh 15,02% di 2019

“Padahal itu adalah upaya kreditur menurunkan NPL. Dari sini, kami himbau anggota AAUI supaya segera mulai assessment yang bagus. Caranya bicara lagi dengan kreditur, sebaiknya menerapkan managemen risiko yang bagus. Jangan asal memberikan kredit yang menyebabkan NPL. Ternyata pendapatan premi tinggi tapi klaimnya juga tinggi,” tambah Dody.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×