Reporter: Ferry Saputra | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat klaim asuransi kesehatan di industri asuransi jiwa mencatatkan kenaikan pada semester I-2026. Ketua Bidang Pengembangan dan Pelatihan Sumber Daya Manusia AAJI Freddy Thamrin menerangkan nilai klaim asuransi kesehatan mencapai Rp 13,58 triliun pada semester I-2026.
"Nilainya meningkat 11,3%, jika dibandingkan periode sama tahun lalu," ujarnya dalam konferensi pers AAJI di kawasan Jakarta Selatan, Senin (31/9/2026).
Secara rinci, Freddy menjelaskan terdapat perubahan komposisi yang cukup besar antara segmen perorangan dan kumpulan untuk klaim kesehatan. Dia menerangkan klaim kesehatan segmen perorangan sebesar Rp 8,74 triliun pada semester I-2026. Nilainya menurun 8,6%, jika dibandingkan periode sama tahun lalu.
Baca Juga: Tokio Marine Life Ungkap Prospek Unitlink Masih Bisa Tumbuh hingga Akhir 2026
Freddy mengatakan, klaim kesehatan segmen kumpulan mencapai Rp 4,84 triliun pada semester I-2026. Nilainya meningkat 83,1%, jika dibandingkan periode sama tahun lalu. Dia menjelaskan bahwa perkembangan itu menunjukkan kebutuhan perlindungan kesehatan melalui skema kumpulan makin besar.
Freddy menambahkan bahwa kenaikan nilai klaim kesehatan juga perlu menjadi perhatian industri, di tengah dinamika biaya pelayanan kesehatan dan pola pemanfaatan pelayanan.
Berdasarkan jumlah penerima manfaat, Freddy menyampaikan jumlah penerima manfaat klaim kesehatan turut mengalami peningkatan. Dia mengatakan total penerima klaim kesehatan meningkat 5%, dari sebanyak 2,13 juta orang pada semester I-2025 menjadi 2,24 juta orang pada semester I-2026.
Freddy bilang, penerima manfaat klaim kesehatan untuk segmen perorangan mencapai 0,16 juta atau 160 ribu orang. Angkanya turun 10,6%, jika dibandingkan periode sama tahun lalu.
Adapun penerima manfaat klaim kesehatan segmen kumpulan tercatat sebanyak 2,08 juta orang. Angkanya meningkat 6,4%, jika dibandingkan periode sama tahun lalu.
Secara keseluruhan, Freddy mengungkapkan peningkatan klaim kesehatan perlu dilihat dalam konteks meningkatnya pemanfaatan perlindungan pada segmen kumpulan, sekaligus dinamika biaya layanan kesehatan yang terus meningkat. Dia bilang hal itu menjadi alasan keberlanjutan ekosistem kesehatan perlu dibangun melalui kolaborasi seluruh pihak.
Baca Juga: OJK Beberkan Tantangan Dana Pensiun Menjaga Pemenuhan Kewajiban Pembayaran Manfaat
Secara total, Freddy menyebut industri asuransi jiwa membayarkan klaim atau manfaat sebesar Rp 75,57 triliun pada semester I-2026. Nilainya meningkat 4,3%, jika dibandingkan pencapaian tahun sebelumnya. Adapun total klaim tersebut diberikan kepada 5,01 juta orang penerima manfaat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














