kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Klaim Reasuransi Tugure Turun 10% pada Kuartal I-2026


Jumat, 15 Mei 2026 / 16:34 WIB
Klaim Reasuransi Tugure Turun 10% pada Kuartal I-2026
ILUSTRASI. Klaim reasuransi Tugure di Q1-2026 turun signifikan jadi Rp 415 miliar. (DOK/IST)


Reporter: Aulia Ivanka Rahmana | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perusahaan reasuransi, PT Tugu Reasuransi Indonesia (Tugure) mencatat realisasi klaim reasuransi sebesar Rp 415 miliar pada kuartal I-2026. Nilai tersebut menurun dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai sekitar Rp 460 miliar.

Presiden Direktur Teguh Budiman mengatakan, secara persentase, realisasi pembayaran klaim reasuransi perusahaan pada kuartal I-2026 mencapai sekitar 90% dibandingkan pencapaian pada kuartal I-2025.

“Tren klaim reasuransi pada kuartal I tahun 2026 ini lebih rendah jika dibandingkan dengan pencapaian klaim reasuransi pada kuartal I tahun 2025 lalu,” ujar Teguh kepada Kontan, Rabu (13/5/2026).

Adapun lini bisnis yang paling banyak berkontribusi terhadap pembayaran klaim hingga kuartal I-2026 berasal dari segmen harta benda, kredit dan penjaminan, jiwa, rekayasa, serta rangka kapal.

Baca Juga: Penyaluran Kredit Valas BCA Tumbuh 2,9% Jadi Rp 48,9 Triliun per Maret 2026

Di sisi lain, Tugure juga mencatat perbaikan rasio klaim atau loss ratio. Per Maret 2026, loss ratio perusahaan berada di level 58,18%, turun dibandingkan posisi Maret 2025 yang sebesar 58,72%.

“Level di bawah 60% ini masih sangat baik dan terkendali untuk industri reasuransi. Perusahaan berhasil menjaga klaim lebih rendah relatif terhadap premi yang diperoleh, sehingga underwriting result masih positif dan margin teknis cukup sehat,” jelas Teguh.

Menurutnya, kondisi tersebut memperlihatkan performa underwriting perusahaan pada awal 2026 menunjukkan tren perbaikan positif, meski tetap perlu dipantau sepanjang tahun agar profitabilitas tetap terjaga.

Untuk menjaga kinerja hingga akhir tahun, Tugure menyiapkan sejumlah strategi bisnis, antara lain melalui penguatan kualitas underwriting, optimalisasi portofolio, serta peningkatan kolaborasi dengan mitra domestik.

“Tugure juga tetap membuka peluang ekspansi secara selektif, baik di pasar domestik maupun regional, dengan mempertimbangkan profil risiko dan potensi profitabilitas secara hati-hati,” tuturnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Apa dampak bagi saya, jika saya...



TERBARU

[X]
×