Reporter: Ferry Saputra | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Lembaga Keuangan Mikro (LKM) Badan Kredit Desa (BKD) Ponorogo mencatatkan pertumbuhan penyaluran pembiayaan pada awal tahun ini.
Direktur Utama LKM BKD Ponorogo Mego mengatakan penyaluran pembiayaan mencapai Rp 56,59 miliar per Maret 2026.
"Nilainya bertumbuh 0,18%, jika dibandingkan periode sama tahun sebelumnya," katanya kepada Kontan, Jumat (15/5/2026).
Mego menjelaskan kinerja penyaluran pembiayaan per Maret 2026 juga dipengaruhi dampak ketidakpastian perekonomian. Dengan demikian, penyaluran pembiayaan dilakukan lebih selektif.
Baca Juga: Klaim Reasuransi MAIPARK Turun 27,75% pada Kuartal I-2026
"Sangat merasakan dampak ketidakpastian ekonomi, angsuran debitur lebih sulit dan sering terlambat. Dengan demikian, penyaluran pembiayaan lebih hati-hati dan selektif pada tahun ini," ujarnya.
Meski menghadapi tantangan, Mego memproyeksikan penyaluran pembiayaan LKM BKD Ponorogo dapat tumbuh 10%, jika dibandingkan pencapaian tahun sebelumya. Untuk mencapai angka tersebut, dia bilang LKM BKD Ponorogo akan menerapkan sejumlah upaya.
Upayanya, yakni meningkatkan pemasaran, lebih ekspansi di kantor cabang baru, dan melakukan penyelesaian pinjaman bermasalah yang lebih intensif. Selain itu, pihaknya juga bekerja sama dengan pihak ketiga tentang credit scoring.
Lebih lanjut, Mego tak memungkiri pihaknya juga mewaspadai sejumlah faktor yang bisa memengaruhi kinerja pembiayaan pada tahun ini. Dia menerangkan salah satunya adalah faktor kenaikan Non Performing Loan (NPL), serta penerapan regulasi LKM baru dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang lebih ketat.
Sebagai informasi, data OJK mencatat, penyaluran pinjaman industri LKM per Maret 2026 mencapai Rp 1 triliun. Nilainya mengalami kontraksi sebesar 5,66%, dibandingkan pencapaian per Maret 2025 yang sebesar Rp 1,06 triliun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













