Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank Mandiri Tbk mencatatkan kinerja solid hingga akhir Agustus 2026. Penyaluran kredit secara bank only mencapai Rp 1.592 triliun, tumbuh 17,6% secara tahunan (year on year/yoy).
Pertumbuhan kredit tersebut tetap dilakukan dengan prinsip kehati-hatian dengan mempertimbangkan prospek sektor dan profil risiko. Hal ini tercermin dari rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) yang terjaga di level 1%. Pun, rasio pencadangan terhadap NPL atau NPL coverage ratio mencapai 240,6%.
Pertumbuhan kredit Bank Mandiri juga ditopang oleh penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) yang tumbuh 17,6% yoy menjadi Rp 1.687 triliun. Dengan demikian, rasio kredit terhadap pendanaan (loan to deposit ratio/LDR) bank ada di 94,3%.
Baca Juga: Kapan KPR 40 Tahun Meluncur? Begini Penjelasan Bos BTN
Dari sisi struktur pendanaan, tabungan Bank Mandiri mencapai Rp 563 triliun, sementara giro tercatat Rp 623 triliun. Kondisi tersebut mencerminkan meningkatnya aktivitas transaksi nasabah, baik dari segmen ritel maupun pelaku usaha.
Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri Novita Widya Anggraini menyebut, capaian tersebut menjadi landasan bagi bank untuk terus menjaga pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan.
"Ke depan, kami akan menjaga kualitas intermediasi sekaligus memperkuat kapabilitas digital Bank Mandiri," ujar Novita dalam keterangan resmi, dikutip Senin (7/9/2026)..
Di tengah pertumbuhan kredit dan DPK, Bank Mandiri juga terus memperkuat ekosistem digital untuk meningkatkan aktivitas transaksi nasabah.
Hingga akhir Agustus 2026, aplikasi Livin' by Mandiri telah digunakan sekitar 42,2 juta pengguna. Frekuensi transaksi melalui aplikasi tersebut mencapai 3,32 miliar transaksi.
Sementara itu, Kopra by Mandiri telah memiliki 385.300 pengguna terdaftar dengan frekuensi transaksi mencapai 1,05 miliar transaksi.
Meningkatnya aktivitas transaksi tersebut turut mendorong pendapatan berbasis komisi atau fee-based income (FBI). Hingga Agustus 2026, FBI Bank Mandiri tumbuh 12,9% yoy.
Pertumbuhan FBI antara lain ditopang oleh recurring fee-based income dari Livin' dan Kopra, sejalan dengan meningkatnya frekuensi serta variasi transaksi nasabah pada kedua platform tersebut.
Dengan pertumbuhan intermediasi, transaksi digital, serta pendapatan yang semakin terdiversifikasi, Bank Mandiri membukukan laba bersih secara bank only sebesar Rp 37,5 triliun hingga Agustus 2026 atawa tumbuh tumbuh 22,3% yoy.
Baca Juga: BTPN Syariah Siapkan Buyback Saham Rp 1 Triliun, Ini Penjelasan Manajemen
Perkuat Ekosistem Digital
Novita bilang Bank Mandiri akan terus mengembangkan Livin' by Mandiri dan Kopra by Mandiri sebagai pintu utama nasabah dalam mengakses berbagai produk dan layanan perseroan.
Ia menyebut, interaksi nasabah melalui ekosistem digital tidak cuman diarahkan untuk transaksi, tetapi juga berkembang ke kebutuhan finansial dan aktivitas usaha.
Pada segmen ritel, Livin' mengintegrasikan berbagai kebutuhan transaksi sehari-hari, mulai dari transfer, pembayaran, transaksi QRIS, deposito, tabungan rencana, investasi hingga layanan gaya hidup.
Bank Mandiri juga terus menambah fitur pada Livin'. Salah satunya Livin' Call yang memungkinkan nasabah terhubung langsung dengan petugas layanan Bank Mandiri melalui aplikasi tanpa biaya pulsa.
Selain itu, terdapat Livin' Next-G yang menghadirkan solusi tabungan dan transaksi digital bagi generasi muda yang terkoneksi dengan orang tua.
"Kami akan terus memperkaya Livin' by Mandiri dengan layanan yang semakin lengkap dan personal, mulai dari transaksi sehari-hari hingga kebutuhan lifestyle dan investasi," kata Novita.
Di segmen bisnis, Kopra by Mandiri digunakan pelaku usaha untuk mengelola transaksi dan arus kas. Sementara Livin' Merchant memberikan kemudahan bagi pelaku usaha dalam menerima pembayaran.
Ekosistem digital tersebut juga terhubung dengan berbagai solusi pembiayaan, termasuk Kredit Usaha Mikro (KUM) dan Kredit Usaha Rakyat (KUR), untuk mendukung kebutuhan pelaku UMKM.
"Fokus kami ke depan adalah menjaga pertumbuhan yang sehat dengan terus memperluas ekosistem Bank Mandiri," pungkas Novita.
Baca Juga: Dana SAL Rp 200 Triliun Diperpanjang, Bank Tak Perlu Agresif Berebut Dana
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














