kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.673.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.892   34,00   0,19%
  • IDX 6.101   -15,36   -0,25%
  • KOMPAS100 796   1,04   0,13%
  • LQ45 598   -0,77   -0,13%
  • ISSI 212   -1,29   -0,61%
  • IDX30 338   -0,72   -0,21%
  • IDXHIDIV20 413   -2,81   -0,68%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 111   -0,72   -0,65%
  • IDXQ30 108   -0,25   -0,23%

Kredit Channeling Tembus Rp 108 Triliun, Bank Makin Selektif Pilih Mitra


Selasa, 23 Juni 2026 / 18:46 WIB
Kredit Channeling Tembus Rp 108 Triliun, Bank Makin Selektif Pilih Mitra
ILUSTRASI. BCA - kontan shutterstock kilas online (SHUTTERSTOCK/DOK)


Reporter: Ammar Rezqianto | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penyaluran kredit perbankan lewat skema channeling masih tercatat tinggi. Meski begitu, perbankan tampaknya harus mulai hati-hati memilih mitra channeling.

Kredit channeling adalah skema penyaluran kredit oleh bank yang dilakukan lewat lembaga perantara dengan mendasarkan pada syarat dan ketentuan dari bank tersebut.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat hingga April 2026, total kredit yang disalurkan perbankan lewat channeling mencapai Rp 108,67 triliun.

Baca Juga: Demutualisasi BEI Mulai Jalan, Hubungan Sekuritas Kini Jadi Murni Bisnis

Tren pertumbuhan kredit channeling sedang dirasakan oleh PT Krom Bank Indonesia Tbk. Kredit channeling dari bank digital ini tercatat tumbuh hampir dua kali lipat.

Presiden Direktur Krom Bank Anton Hermawan menyebut, hingga Mei 2026, kredit channeling banknya mencapai lebih dari Rp 10 triliun. Ia bilang, realisasi kredit channeling tumbuh 90,8% secara tahunan (year-on-year/yoy).

Anton juga menyebut, selain pertumbuhan yang pesat, kualitas dari kredit channeling Krom Bank juga tetap terjaga baik. Ini terlihat dari rasio kredit bermasalah alias non-performing loan (NPL) di level 3,5%.

"Krom Bank secara rutin memantau portofolio untuk mengidentifikasi potensi penurunan kualitas kredit sejak dini, sehingga langkah pencegahan dapat segera dilakukan," kata Anton kepada Kontan, Selasa (23/6/2026).

Anton pun bilang, Krom Bank konsisten melakukan evaluasi berkala terhadap kinerja mitra channeling. Ia menyebut banknya selalu memilih mitra penyalur yang memiliki kualitas dan rekam jejak yang baik.

Sementara itu, Ekonom Center of Reform (CORE) Indonesia Yusuf Rendy Manilet mengingatkan perbankan akan risiko penyaluran kredit lewat skema channeling.

Yusuf mencermati adanya kasus-kasus penyalahgunaan dana yang melibatkan perusahaan fintech. Ia menilai hal tersebut memang belum menimbulkan dampak signifikan terhadap kualitas aset perbankan secara agregat.

Baca Juga: KB Bank Genjot Bisnis Wholesale dan Retail, Kredit Capai Rp 43 Triliun & NII Naik 97%

Akan tetapi, Yusuf menyebut akan ada perubahan perilaku dari perbankan dalam menyalurkan kredit channeling, di mana bank akan semakin mempertimbangkan kualitas mitra channel.

"Saya melihat akan terjadi perubahan perilaku. Bank tidak lagi berfokus mengejar volume penyaluran seperti sebelumnya, melainkan lebih menekankan kualitas mitra," ucapnya.

Dengan begitu, Yusuf menekankan risiko bank dalam kredit channeling bukan hanya bersumber dari kemampuan pelunasan debitur, tapi juga bisa datang dari mitra channeling, seperti persoalan tata kelola, konsentrasi risiko, serta penyalahgunaan dana.

Sebab itu, ada sejumlah perbankan yang menarik diri dari penyaluran kredit menggunakan skema channeling.

PT Bank Central Asia Tbk (BCA) misalnya sudah menutup penyaluran kredit channeling yang disalurkan melalui peer to peer (P2P) lending dan fintech sejak 31 Maret 2024.

EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Heryn bilang, banknya selalu mempertimbangkan aspek risiko dalam setiap keputusan penyaluran kreditnya.

Hera pun menyebut saat ini BCA sedang meninjau kembali penyaluran kredit channeling, sehingga bisa saja BCA kembali menyalurkan kredit lewat skema ini ke depannya.

"Saat ini BCA tengah meninjau kembali kerja sama penyaluran kredit produktif P2P lending atau fintech. Sejak 31 Maret 2024, belum ada portofolio aktif P2P lending atau fintech yang tercatat," ucapnya.

Baca Juga: Jasindo Bidik Pertumbuhan Bisnis Personal Accident, Ini Strateginya

PT Allo Bank Indonesia Tbk juga belum terjun pada penyaluran kredit channeling. Corporate Secretary Allo Bank Stacey Aryadi Suryoputro menyebut banknya lebih mengedepankan penyaluran kredit secara langsung (direct lending) pada nasabah.

"Strategi channeling sendiri masih belum menjadi fokus utama bank sehingga kami belum menyalurkan kredit melalui skema chaneling berdasarkan beberapa pertimbangan," ucapnya.

Sementara itu, Presiden Direktur PT Bank CIMB Niaga Tbk Lani Darmawan menuturkan banknya masih memiliki portofolio kredit channeling, meski tidak berjumlah besar.

"Kami ada sedikit portofolio channeling fintech, tetapi sangat kecil dan tidak menjadi fokus kami untuk ke sektor ini," kata Lani.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×