kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.673.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.892   34,00   0,19%
  • IDX 6.101   -15,36   -0,25%
  • KOMPAS100 796   1,04   0,13%
  • LQ45 598   -0,77   -0,13%
  • ISSI 212   -1,29   -0,61%
  • IDX30 338   -0,72   -0,21%
  • IDXHIDIV20 413   -2,81   -0,68%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 111   -0,72   -0,65%
  • IDXQ30 108   -0,25   -0,23%

Jasindo Bidik Pertumbuhan Bisnis Personal Accident, Ini Strateginya


Selasa, 23 Juni 2026 / 18:07 WIB
Jasindo Bidik Pertumbuhan Bisnis Personal Accident, Ini Strateginya
ILUSTRASI. Asuransi Jasindo (DOK/Jasindo)


Reporter: Aulia Ivanka Rahmana | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) menilai lini personal accident (PA) masih memiliki potensi pertumbuhan seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perlindungan diri.

Sekretaris Perusahaan Jasindo Brellian Gema Widayana mengatakan prospek lini personal accident masih terbuka lebar, terutama didorong oleh peningkatan awareness masyarakat terhadap proteksi risiko kecelakaan diri.

“Ke depan, kami melihat lini personal accident masih memiliki potensi pertumbuhan yang solid seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perlindungan diri,” ujarnya kepada Kontan, Senin (22/6/2026).

Baca Juga: Perkuat Pendanaan, Pindar Samir Andalkan 11 Lender Institusi

Untuk itu, Jasindo menyebut akan berupaya memperkuat strategi distribusi, inovasi produk, serta edukasi masyarakat untuk mendorong pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan di lini tersebut.

Brellian bilang pihaknya juga akan menjaga keseimbangan antara ekspansi bisnis dan pengelolaan risiko melalui penguatan underwriting serta penyesuaian strategi distribusi sesuai kebutuhan pasar.

Asal tahu saja, pada kuartal I-2026 Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) mencatat premi lini personal accident industri asuransi umum turun sekitar 31,3% menjadi sekitar Rp786 miliar dari sebelumnya Rp1,14 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Sementara itu, klaim pada periode tersebut tercatat turun lebih dalam sebesar 53,9% menjadi sekitar Rp110 miliar dari sekitar Rp 239 miliar pada kuartal I-2025. Penurunan klaim yang lebih dalam membuat rasio klaim industri turun dari sekitar 21% menjadi 14%.

AAUI menyebut dinamika tersebut lebih dipengaruhi pola distribusi, kerja sama korporasi, serta pergeseran produk ke bentuk bundling dan embedded insurance, bukan semata-mata pelemahan permintaan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×