Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kredit menganggur atau undisbursed loan perbankan hingga awal 2026 masih tinggi dan menunjukkan tren meningkat.
Bank Indonesia (BI) mencatat, posisi kredit yang belum tersalurkan mencapai Rp 2.506,47 triliun atau 22,65% dari total kredit, naik dari Rp 2.439,2 triliun (22,12%) pada Desember 2025.
Kenaikan ini terjadi meski penyaluran kredit perbankan tumbuh hampir 10% secara tahunan, menunjukkan bahwa sebagian besar dana masih tertahan sebelum masuk ke perekonomian.
Baca Juga: Ditopang Kredit Investasi, Pertumbuhan Kredit Perbankan Melaju di Awal Tahun
"Undisbursed loan naik karena bank masih melakukan kajian mendalam sebelum menyalurkan kredit," ujar Myrdal Gunarto, Global Market Economist Maybank Indonesia, Jumat (20/2/2026).
Menurutnya, kondisi ini wajar di tengah likuiditas perbankan yang membaik dan banyaknya pipeline kredit, terutama di sektor prioritas pemerintah yang relatif baru bagi bank.
Myrdal menambahkan, perbankan cenderung berhati-hati dalam menilai risiko sektor baru, sehingga proses pengambilan keputusan kredit berjalan lambat.
"Bank perlu lebih cepat menilai prospek dan risiko agar kredit bisa segera tersalurkan," kata dia.
Baca Juga: Penyaluran Kredit Bank Melaju di Awal Tahun
Selain itu, potensi ekspansi juga terlihat pada sektor UMKM yang pertumbuhannya sempat melambat, dan tren suku bunga yang berpotensi turun dapat menjadi katalis bagi percepatan kredit.
Kondisi serupa terlihat pada bank-bank besar. PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mencatat kredit menganggur per Januari 2026 sebesar Rp 464,82 triliun, naik 8,81% dibandingkan tahun sebelumnya.
EVP Corporate Communication BCA, Hera F. Haryn, menegaskan, BCA mengelola kredit menganggur secara prudent sambil mendorong penyaluran ke berbagai sektor. Total penyaluran kredit BCA sendiri tumbuh 6,26% YoY menjadi Rp 948,95 triliun.
PT Bank Mandiri Tbk juga mencatat kenaikan kredit menganggur menjadi Rp 284,36 triliun, naik 8,75% YoY, meski penyaluran kredit melonjak 15,62% menjadi Rp 1.511 triliun.
Baca Juga: Simak Tips Aman Menggunakan Kartu Kredit Virtual untuk Belanja Online
Sementara PT Bank Negara Indonesia (BNI) mencatat lonjakan kredit menganggur Desember 2025 hingga 64,22% menjadi Rp 90,08 triliun, meski penyaluran tetap tumbuh 15,95% YoY.
Di sisi lain, CIMB Niaga menunjukkan stabilitas kredit menganggur, turun tipis 2,95% menjadi Rp 107,55 triliun per November 2025.
Presiden Direktur CIMB Niaga, Lani Darmawan, menjelaskan, pihaknya fokus pada penggunaan kredit existing dan bukan sekadar menaikkan plafon yang belum tentu dibutuhkan. Penyaluran kredit CIMB Niaga tumbuh 6,36% YoY menjadi Rp 162,21 triliun.
Tren ini menunjukkan bahwa meski likuiditas bank cukup kuat dan permintaan kredit ada, kehati-hatian perbankan dalam menyalurkan pembiayaan masih menjadi penghambat utama.
Baca Juga: Masalah Likuiditas Teratasi, Perbankan Perlu Mendorong Permintaan Kredit
Bank perlu mempercepat analisis risiko dan pengambilan keputusan agar dana yang tersedia dapat segera mendorong pertumbuhan ekonomi.
Selanjutnya: 9 Suplemen dan Vitamin yang Dibutuhkan Wanita Usia 40 Tahun ke Atas
Menarik Dibaca: 9 Suplemen dan Vitamin yang Dibutuhkan Wanita Usia 40 Tahun ke Atas
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












![[Intensive Workshop] Excel for Business Reporting](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_28012616011400.jpg)