Reporter: Sanny Cicilia | Editor: Sanny Cicilia
KONTAN.CO.ID - Perusahaan pembiayaan milik pemerintah, PT Sarana Multi Infrastrutkur (Persero) atau PT SMI berniat menerbitkan obligasi keberlanjutan berkelanjutan baru di tahun ini. Nilai indikasi penerbitannya Rp 300 miliar.
Rencananya, obligasi bertajuk penerbitan Obligasi Keberlanjutan Berkelanjutan I SMI Tahap II ini dirilis pada kuartal I-2026.
Obligasi ini sekaligus menggantikan sumber dana ketika obligasi Keberlanjutan Berkelanjutan I SMI Tahap I tahun 2025 Seri A senilai Rp 465 miliar, jatuh tempo 18 Juli 2026 nanti.
"Dana hasil penerbitan Obligasi Keberlanjutan Berkelanjutan I SMI Tahap II sesuai dengan ketentuan pada Sustainable Funding Framework yang diterbitkan PT SMI di tahun 2025," tulis Manajemen SMI pada Februari ini.
Nantinya, spread kupon obligasi tematik terhadap obligasi pemerintah masih sangat bergantung pada kondisi pasar dan profil kredit. Namun demikian, dikarenakan minat investor pada umumnya cukup tinggi terhadap penerbitan obligasi tematik, secara garis besar obligasi tematik diyakini dapat menekan spread tersebut.
Menurut Manajemen SMI, ada sejumlah keunggulan menerbitkan obligasi bertema ESG dibanding yang konvensional. Salah satunya adalah memperluas basis investor, terutama dari kalangan investor institusi yang memiliki mandat khusus untuk menempatkan dana pada instrumen berkelanjutan.
Selain itu, penerbitan obligasi tematik juga meningkatkan kredibilitas dan transparansi perusahaan karena penggunaan dana harus mengikuti ketentuan yang jelas, disertai laporan berkala, serta melalui proses verifikasi oleh ahli keberlanjutan independen.
Instrumen ini juga menjadi sinyal kuat bahwa perusahaan berkomitmen terhadap praktik bisnis berkelanjutan dan tata kelola yang baik, yang pada akhirnya dapat memperkuat reputasi di mata publik dan pemangku kepentingan.
Di sisi lain, obligasi ESG membantu perusahaan memastikan bahwa aktivitas pendanaannya selaras dengan strategi pembangunan berkelanjutan nasional, sehingga tidak hanya menguntungkan secara finansial tetapi juga mendukung agenda pembangunan jangka panjang.
"Minat investor terhadap obligasi tematik cukup tinggi menimbang jumlah penerbitan obligasi tematik di Indonesia masih sangat terbatas. Beberapa penerbitan bahkan mengalami oversubscription yang cukup signifikan," tulis Manajemen SMI.
Inisiatif ESG
SMI adalah lembaga keuangan bukan bank berbetuk Special Mission Vehicle (SMV) di bawah Kementerian Keuangan RI yang bergerak di bidang pembiayaan pembangunan.
SMI memiliki anak usaha yaitu PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) di bidang pembiayaan infrastruktur, serta pengusahaan jalan tol PT Cinere Serpong Jaya dan PT Cimanggis Cibitung Tollways.
Sejumlah fokus inisiatif ESG PT SMI di tahun 2026 ini antara lain, memastikan 100% pembiayaan dilengkapi kajian Environmental and Social Due Diligence (ESDD) berbasis Environmental and Social Safeguards (ESS).
Selain itu, SMI akan meningkatkan portofolio pembiayaan hijau dan sosial, termasuk diantaranya energi terbarukan, transportasi rendah karbon, air bersih, sanitasi, dan infrastruktur sosial.
Inisiatif ini juga diarahkan untuk mendukung transisi energi yang selaras dengan kebijakan nasional serta pembentukan platform Energy Transition Mechanism (ETM).
Di sisi tata kelola, penguatan manajemen risiko ESG menjadi prioritas guna memastikan praktik bisnis yang lebih bertanggung jawab dan berkelanjutan. Seluruh langkah tersebut pada akhirnya bertujuan menekan emisi operasional secara bertahap sebagai bagian dari komitmen mencapai target karbon netral pada tahun 2028.
Satu digit
Saat ini, penerbitan obligasi tematik memang masih merupakan bagian kecil dari total pendanaan yang digunakan untuk mendukung pertumbuhan portfolio. Sebagai gambaran, di awal 2025, penerbitan obligasi PT SMI, termasuk yang tematik, sebesar Rp 3,4 triliun. Total semua obligasi yang pernah diterbitkan SMI sebesar Rp 49 triliu sejak tahun 2014.
Kedepannya, PT SMI berencana meningkatkan porsi pendanaan tematik bukan hanya dengan menerbitkan obligasi, tetapi juga mencari pinjaman bank atau lembaga keuangan lainnya.
Peningkatan pendanaan ini diharapkan bisa mendorong portofolio pembiayaan SMI. "Secara garis besar portfolio pembiayaan PT SMI diharapkan untuk tumbuh di atas satu digit pada tahun 2026," tulis Manajemen SMI.
PT SMI memang belum merilis laporan keuangan untuk akhir 2025. Hingga Juni 2025, SMI mencatatkan outstanding pembiayaan Rp 91,7 triliun, dengan komitmen pembiayaan Rp 152,6 triliun. Rasio pembiayaan macet atau NPL net 0,4%, dengan loan loss provision 372,7%.
Selanjutnya: Ada The Art of Sarah, Ini 10 Serial Netflix Global Teratas Februari 2026
Menarik Dibaca: 4 Destinasi Cantik untuk Menikmati Musim Bunga Sakura Selain Jepang
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Excel for Business Reporting](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_28012616011400.jpg)