Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pertumbuhan kredit multiguna industri perbankan masih menunjukkan perlambatan di tengah tekanan daya beli masyarakat yang belum sepenuhnya pulih.
Berdasarkan data Bank Indonesia (BI), penyaluran kredit multiguna per Maret 2026 tercatat mencapai Rp 1.391,9 triliun atau tumbuh 8,3% secara tahunan (year on year/yoy). Meski masih bertumbuh, laju tersebut melambat dibandingkan Februari 2026 yang mencatat pertumbuhan 8,7% yoy.
Di tengah perlambatan tersebut, survei perbankan BI menunjukkan bahwa pada kuartal II-2026, penyaluran kredit konsumsi masih akan diprioritaskan pada segmen kredit pemilikan rumah/apartemen (KPR/KPA), disusul kredit multiguna dan kredit tanpa agunan (KTA).
Sejumlah bank besar pun mulai mencatat perlambatan pertumbuhan pada segmen kredit multiguna. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI), misalnya, membukukan personal loan sebesar Rp 64,4 triliun per Maret 2026 atau tumbuh 8,7% yoy. Namun, secara kuartalan pertumbuhannya hanya mencapai 1,5%.
Baca Juga: OJK Sorot Perlambatan Simpanan Kelas Menengah Bawah di Tengah Ketidakpastian Global
Kinerja personal loan BNI terutama ditopang oleh kredit payroll yang tumbuh 9,4% yoy menjadi Rp 60,8 triliun. Sementara itu, segmen paylater tercatat sebesar Rp 3,7 triliun dengan pertumbuhan minus 0,7% yoy.
Dari sisi komposisi debitur, mayoritas nasabah personal loan BNI berasal dari segmen pemerintah dan badan usaha milik negara (BUMN) dengan kontribusi masing-masing sebesar 35,8% dan 41,9%. Sisanya berasal dari perusahaan swasta sebesar 11,7%, universitas 3,7%, serta fintech 5,2%.
PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) juga masih mencatat pertumbuhan kredit payroll sebesar 9,9% yoy menjadi Rp 151,7 triliun pada kuartal I-2026.
Berbeda dengan BRI dan BNI, PT Bank Mandiri Tbk justru mengalami penurunan kredit payroll sebesar 2,17% yoy menjadi Rp 95,2 triliun.
Sementara itu, PT Bank CIMB Niaga Tbk mencatat outstanding kartu kredit, personal loan, dan kredit konsumer lainnya turun 3,3% yoy menjadi Rp 16,35 triliun per Maret 2026.
Adapun PT Bank Central Asia Tbk (BCA) membukukan outstanding pinjaman konsumer yang mayoritas berasal dari kartu kredit sebesar Rp 25,1 triliun atau tumbuh 6,8% yoy per Maret 2026.
Menurut EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn, mayoritas kredit personal loan dimanfaatkan nasabah untuk memenuhi berbagai kebutuhan konsumtif.
Selain itu, pertumbuhan personal loan juga didorong oleh ekspansi basis nasabah BCA yang terus meningkat.
“Kami terus mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam penyaluran kredit serta memperkuat proses credit scoring dan monitoring untuk menjaga kualitas kredit tetap terjaga,” kata Hera kepada kontan.co.id, Jumat (15/5/2026).
Hera menjelaskan, perseroan memiliki produk Personal Loan berupa pinjaman tanpa agunan yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan nasabah.
“BCA Personal Loan dapat diajukan oleh nasabah payroll BCA atau pemegang kartu kredit BCA sebagai kredit multiguna untuk berbagai kebutuhan, seperti biaya pendidikan, renovasi rumah, pernikahan, biaya pengobatan, liburan, dan lainnya,” ujar Hera.
Baca Juga: OJK: Pertumbuhan KPR Single Digit Cerminkan Kehati-hatian Perbankan
Ia menambahkan, BCA juga menyediakan solusi proaktif bagi nasabah guna meminimalkan potensi kredit bermasalah sehingga rasio non performing loan (NPL) personal loan tetap berada pada level rendah dan terkendali.
Head of Research Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Trioksa Siahaan menilai perlambatan kredit multiguna tidak terlepas dari kondisi daya beli masyarakat yang masih melemah.
“Penyebabnya karena melambatnya daya beli konsumen yang berdampak juga pada kredit multiguna. Tren tahun ini masih cukup menantang dan akan sangat bergantung pada perbaikan daya beli masyarakat,” ujar Trioksa.
Menurut Trioksa, strategi perbankan untuk mendorong pertumbuhan kredit multiguna ke depan adalah meningkatkan efisiensi operasional dan memperbesar porsi dana murah agar bunga kredit menjadi lebih kompetitif.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













