kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.764.000   -5.000   -0,18%
  • USD/IDR 17.690   104,00   0,59%
  • IDX 6.436   -287,25   -4,27%
  • KOMPAS100 854   -38,98   -4,36%
  • LQ45 635   -22,82   -3,47%
  • ISSI 232   -10,54   -4,34%
  • IDX30 361   -10,35   -2,79%
  • IDXHIDIV20 446   -9,55   -2,10%
  • IDX80 98   -4,01   -3,93%
  • IDXV30 126   -3,21   -2,48%
  • IDXQ30 116   -2,76   -2,32%

OJK: Pertumbuhan KPR Single Digit Cerminkan Kehati-hatian Perbankan


Senin, 18 Mei 2026 / 09:53 WIB
OJK: Pertumbuhan KPR Single Digit Cerminkan Kehati-hatian Perbankan
ILUSTRASI. Membeli rumah? Pertumbuhan KPR melambat, namun OJK menjamin kualitas kredit masih terjaga (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Handoyo

ONTAN.CO.ID – JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai pertumbuhan kredit pemilikan rumah (KPR) yang masih berada di level single digit mencerminkan sikap kehati-hatian perbankan di tengah dinamika dan ketidakpastian ekonomi saat ini.

Berdasarkan data OJK, penyaluran KPR pada Maret 2026 tumbuh sebesar 4,79% secara tahunan atau year on year (yoy). Realisasi tersebut melambat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang masih mampu mencatat pertumbuhan double digit sebesar 16,31% yoy.

Perlambatan pertumbuhan terjadi di hampir seluruh segmen pembiayaan rumah. Adapun perlambatan terdalam tercatat pada KPR rumah tipe 21, yang menunjukkan tekanan terhadap daya beli masyarakat pada segmen rumah sederhana.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, mengatakan bahwa perbankan saat ini cenderung lebih selektif dalam melakukan proses underwriting guna memastikan kemampuan bayar debitur tetap terjaga dalam jangka panjang.

Baca Juga: Prabowo Minta Bunga PNM Mekaar di Bawah 9%, Begini Dampaknya ke BBRI

“OJK memandang bahwa pertumbuhan penyaluran KPR di level single digit merupakan refleksi dari sikap perbankan yang tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan keselarasan dengan risk appetite masing-masing bank,” ujar Dian dalam jawaban tertulis, Sabtu (16/5/2026).

Menurut Dian, pertumbuhan kredit perumahan pada dasarnya tidak hanya ditopang dari sisi penawaran kredit oleh perbankan, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh kemampuan daya beli masyarakat dalam memenuhi kewajiban cicilan secara berkelanjutan.

Ia menambahkan, kondisi ekonomi global yang masih diliputi ketidakpastian turut mendorong perbankan melakukan penyesuaian strategi agar ekspansi kredit tetap berkualitas dan terjaga risikonya.

“Perbankan saat ini cenderung lebih selektif dalam melakukan proses underwriting untuk memastikan kemampuan bayar debitur di masa depan,” katanya.

Meski pertumbuhan kredit melambat, OJK memastikan kualitas kredit pemilikan rumah masih berada dalam kondisi yang relatif terjaga. Hal ini tercermin dari rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) KPR yang tercatat sebesar 3,14% pada Maret 2026.

Secara historis, rasio NPL KPR masih berada pada level yang dinilai manageable, yakni di kisaran 3%. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa risiko pembiayaan sektor perumahan masih dapat dikendalikan oleh industri perbankan.

Baca Juga: Modal Bank Masih Kuat, Kredit Mulai Selektif Saat Rupiah Melemah

“OJK memandang perbankan memiliki manajemen risiko yang efektif di tengah kondisi perekonomian saat ini,” imbuhnya.

Ke depan, OJK optimistis penyaluran KPR masih memiliki peluang untuk kembali tumbuh seiring dukungan berbagai program pemerintah di sektor perumahan. Beberapa stimulus yang dinilai dapat menopang pertumbuhan antara lain keberlanjutan insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) serta pengembangan skema pembiayaan perumahan yang lebih inovatif.

Menurut Dian, kombinasi antara dukungan kebijakan pemerintah dan bauran kebijakan otoritas diharapkan mampu menjadi katalis bagi perbankan untuk meningkatkan fungsi intermediasi, termasuk dalam penyaluran kredit perumahan.

“OJK senantiasa mendorong perbankan agar tetap optimal dalam perannya sebagai salah satu agen pembangunan, dengan tetap memperhatikan risk appetite dan aspek prudential banking,” tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×