kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.835   -41,00   -0,23%
  • IDX 6.375   97,87   1,56%
  • KOMPAS100 833   11,37   1,38%
  • LQ45 633   7,57   1,21%
  • ISSI 221   4,34   2,00%
  • IDX30 351   3,57   1,03%
  • IDXHIDIV20 434   1,47   0,34%
  • IDX80 95   1,26   1,34%
  • IDXV30 119   0,20   0,17%
  • IDXQ30 112   0,55   0,49%

Kredit Perbankan Agustus 2026 Tumbuh 13,65%, Investasi Jadi Penopang Utama


Kamis, 24 September 2026 / 06:00 WIB
Kredit Perbankan Agustus 2026 Tumbuh 13,65%, Investasi Jadi Penopang Utama
ILUSTRASI. Penyaluran kredit perbankan nasional terus menunjukkan penguatan menjelang berakhirnya kuartal III-2026 (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Penyaluran kredit perbankan nasional terus menunjukkan penguatan menjelang berakhirnya kuartal III-2026. Namun, pertumbuhan tersebut masih belum terjadi secara merata, baik berdasarkan jenis kredit maupun kelompok bank.

Bank Indonesia (BI) mencatat kredit industri perbankan hingga Agustus 2026 tumbuh 13,65% secara tahunan (year-on-year/yoy). Pertumbuhan tersebut sedikit meningkat dibandingkan Juli 2026 yang sebesar 13,58% yoy.

Berdasarkan jenisnya, kredit investasi masih menjadi motor utama pertumbuhan kredit perbankan. Kredit investasi tumbuh 25,11% yoy hingga Agustus 2026.

Sementara itu, pertumbuhan kredit modal kerja tercatat 11,45% yoy. Adapun kredit konsumsi tumbuh lebih terbatas, yakni sebesar 5,07% yoy.

Baca Juga: Investor Urun Dana Makin Selektif, Instrumen Jangka Pendek Mulai Diminati

Pertumbuhan Kredit Perbankan Belum Merata

Deputi Gubernur BI Solikin M. Juhro mengatakan, ketidakmerataan juga masih terlihat dalam penyaluran kredit antarbank.

“Kalau kita lihat memang isunya adalah ketidakmerataan,” sebutnya dalam Konferensi Pers Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI, Rabu (23/9/2026).

Meski demikian, Solikin tidak merinci lebih lanjut perbedaan pertumbuhan kredit antarbank tersebut.

Ia menyebut, kredit pada kelompok bank swasta di luar Himbara, khususnya kredit korporasi, mulai menunjukkan peningkatan. Kondisi tersebut menjadi indikasi bahwa aktivitas sektor swasta mulai mengalami perbaikan.

Dengan perkembangan tersebut, BI optimistis prospek pertumbuhan kredit ke depan akan semakin baik dan turut menopang penguatan pertumbuhan ekonomi.

BI juga mempertahankan target pertumbuhan kredit di kisaran 8%–12%, dengan ditopang kondisi likuiditas dan permodalan perbankan yang masih solid.

Dari sisi pendanaan, dana pihak ketiga (DPK) perbankan hingga Agustus 2026 tumbuh 10,94% yoy. Sementara itu, rasio alat likuid terhadap DPK (AL/DPK) berada di level 23,04%.

Adapun rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) perbankan mencapai 23,84% pada Juli 2026.

KLM Diharapkan Perkuat Likuiditas Bank

Meski pertumbuhan DPK masih berada di bawah pertumbuhan kredit, BI melihat kondisi likuiditas perbankan masih memiliki ruang untuk diperkuat.

Salah satu instrumen yang diandalkan adalah Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM). Hingga pekan pertama September 2026, KLM yang disalurkan untuk memperkuat likuiditas perbankan telah mencapai Rp461,2 triliun.

Baca Juga: Perluas Transaksi, QRIS Antarnegara LinkAja Telah Tersedia di Malaysia dan Thailand

Perkembangan tersebut diharapkan dapat mendukung kemampuan perbankan dalam menyalurkan kredit, sejalan dengan upaya BI menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.

Kredit Bank Swasta Mulai Menguat

Di tingkat individual, sejumlah bank swasta mulai mencatatkan akselerasi pertumbuhan kredit.

PT Bank Central Asia Tbk (BCA), misalnya, membukukan pertumbuhan kredit secara bank only sebesar 10,52% yoy menjadi Rp1.017,7 triliun per Agustus 2026.

Pertumbuhan kredit BCA tersebut meningkat dibandingkan Juli 2026 yang mencapai 8,38% yoy.

Kinerja serupa juga terlihat pada PT Bank CIMB Niaga Tbk. Hingga Juli 2026, total pembiayaan CIMB Niaga tumbuh 7,79% yoy menjadi Rp239,65 triliun, meningkat dari pertumbuhan 6,63% yoy pada bulan sebelumnya.

Meski demikian, Presiden Direktur CIMB Niaga Lani Darmawan mengatakan, penyaluran kredit masih menghadapi tantangan berupa biaya dana atau cost of fund (CoF) yang tinggi.

“Tantangan itu masih berlangsung,” katanya kepada Kontan, Rabu (23/9/2026).

Selain biaya dana yang masih tinggi dan membatasi ruang perbankan untuk menurunkan suku bunga kredit, CIMB Niaga melihat permintaan kredit juga belum tumbuh terlalu kuat, terutama dari segmen ritel.

Menurut Lani, kondisi tersebut berkaitan dengan daya beli masyarakat yang masih lemah.

Oleh karena itu, CIMB Niaga belum mengubah target pertumbuhan kredit hingga akhir tahun di kisaran 4%–5%.

Baca Juga: Transaksi Pembayaran Digital Agustus 2026 Tembus 6,11 Miliar

“Overall masih mild dan didominasi oleh nonritel,” tutur Lani.

Kredit Himbara Juga Tumbuh

Sementara itu, dari kelompok Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), PT Bank Negara Indonesia (BNI) mencatatkan pertumbuhan kredit yang lebih tinggi.

Hingga Agustus 2026, kredit BNI tumbuh 27,14% yoy menjadi Rp977,17 triliun. Pertumbuhan tersebut sedikit meningkat dibandingkan Juli 2026 yang sebesar 27,01% yoy.

Di sisi lain, pertumbuhan kredit PT Bank Mandiri Tbk tercatat 17,64% yoy menjadi Rp1.592,2 triliun pada periode yang sama. Angka tersebut melambat dibandingkan pertumbuhan 19,4% yoy pada bulan sebelumnya.

Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri Novita Widya Anggraini mengatakan, pertumbuhan kredit tersebut dicapai dengan tetap menerapkan prinsip kehati-hatian. Bank mempertimbangkan prospek sektor usaha dan profil risiko untuk menjaga kualitas aset.

“Itu tercermin dari rasio kredit bermasalah sebesar 1% dan NPL coverage ratio mencapai 140,6%,” sebut Novita.

Novita mengatakan, Bank Mandiri akan terus mengarahkan penyaluran kredit ke sektor-sektor produktif yang memiliki prospek pertumbuhan serta memberikan dampak nyata terhadap perekonomian.

Dengan strategi tersebut, penyaluran kredit diharapkan dapat mendukung pengembangan usaha, memperkuat ekonomi kerakyatan, sekaligus mendorong penciptaan lapangan kerja.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?

Tag


TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×