Reporter: Ade Priyatin | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Fintek Karya Nusantara (LinkAja) terus mengembangkan layanan QRIS Antarnegara untuk memperluas adopsi pembayaran digital lintas negara.
Chief Executive Officer (CEO) LinkAja Yogi Rizkian Bahar mengatakan layanan QRIS Antarnegara LinkAja saat ini sudah bisa digunakan oleh pengguna di Malaysia dan Thailand.
Layanan tersebut dikembangkan untuk memperluas konektivitas pembayaran digital regional sekaligus memudahkan masyarakat Indonesia saat bepergian ke luar negeri.
Baca Juga: Transaksi QRIS Antarnegara Tembus Rp7,63 Triliun hingga Juli 2026
"Kami melihat inisiatif ini sebagai bagian dari upaya memperluas konektivitas pembayaran digital lintas negara sekaligus mendukung kemudahan transaksi bagi masyarakat Indonesia saat bepergian ke luar negeri," ujarnya kepada Kontan, Rabu (23/9/2026).
Kendati begitu, transaksi QRIS Antarnegara LinkAja saat ini masih berada dalam tahap pengembangan dan perluasan ekosistem sehingga tingkat adopsinya belum setinggi penggunaan QRIS domestik.
Meski demikian, LinkAja tetap melihat tren yang positif seiring meningkatnya mobilitas masyarakat dan penguatan konektivitas sistem pembayaran di kawasan regional.
Perusahaan juga terus mengevaluasi dan mengembangkan layanan untuk memastikan pengalaman transaksi yang aman, nyaman, dan relevan dengan kebutuhan pengguna.
Dalam mendorong adopsi QRIS Antarnegara, Yogi mengatakan LinkAja berfokus pada penyediaan layanan yang mudah, aman, dan andal.
Baca Juga: Transaksi QRIS Antarnegara Capai Rp 1,52 Triliun di Triwulan II, BI Bidik Ekspansi
Perusahaan juga terus berkoordinasi dengan regulator serta berbagai mitra strategis untuk mengikuti perkembangan ekosistem pembayaran lintas negara.
"Ke depan, edukasi pengguna, peningkatan pengalaman transaksi, serta perkembangan konektivitas pembayaran antarnegara akan menjadi faktor penting dalam mendorong adopsi QRIS Antarnegara secara lebih luas," jelasnya.
Ke depannya, ia memandang prospek QRIS Antarnegara tetap positif dalam jangka panjang.
Hal ini seiring dengan meningkatnya mobilitas masyarakat, aktivitas pariwisata, perjalanan bisnis, serta konektivitas ekonomi regional yang dinilai berpotensi mendorong pertumbuhan transaksi lintas negara.
Baca Juga: QRIS Antarnegara Makin Diminati, LinkAja dan ShopeePay Perluas Layanan
Selain itu, upaya regulator dalam memperluas interoperabilitas sistem pembayaran antarnegara juga menjadi salah satu fondasi penting bagi pengembangan ekosistem layanan transaksi digital menggunakan QRIS ke depannya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














