Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Kredit di sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kembali terkontraksi. Alhasil, posisinya makin menjauhi target pertumbuhan 7%–9% yang dipatok regulator untuk tahun ini.
Data sementara Bank Indonesia (BI) mencatat, kredit UMKM per Februari 2026 terkontraksi 0,6% secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp 1.485 triliun. Penurunan ini relatif lebih dalam ketimbang penurunan 0,5% yoy pada bulan sebelumnya.
Berdasarkan skala usahanya, kredit di sektor usaha mikro relatif mampu bertahan dengan catatan pertumbuhan 0,004% yoy menjadi Rp 659,5 triliun, meski tetap saja melambat ketimbang pertumbuhan 0,1% yoy pada bulan sebelumnya.
Sementara itu, kredit di usaha kecil dan menengah terkontraksi masing-masing sebesar 1,5% yoy menjadi Rp 492,5 triliun dan 0,4% yoy menjadi Rp 488,1 triliun. Untuk diketahui, pada bulan sebelumnya kredit usaha kecil juga kontraksi 1% yoy dan usaha menengah kontraksi 1,1% yoy.
Baca Juga: Biaya Overhead Bank Turun pada Awal Tahun 2026, Ini Sebabnya
Berdasarkan jenisnya, kredit investasi UMKM justru masih berhasil tumbuh 9,6% yoy menjadi Rp 492,1 triliun. Kontras, kredit modal kerja UMKM turun hingga 4,9% yoy.
Sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memproyeksi pertumbuhan kredit UMKM bisa mencapai 7%–9% yoy hingga akhir tahun 2026 nanti. OJK melihat proyeksi ini sejalan dengan meningkatnya keyakinan konsumen, prospek pertumbuhan ekonomi nasional, serta penguata pembiayaan UMKM yang terus didorong OJK dan pemerintah.
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae menyebut tren kontraksi kredit UMKM pada awal tahun dipengaruhi dinamika perekonomian global dan nasional. Apalagi, kata Dian, proses pemulihan sektor UMKM cenderung lebih lambat ketimbang sektor korporasi.
Di luar itu, Dian menilai penguatan sektor UMKM memang memerlukan pendekatan yang lebih komprehensif, tak cuman dari sisi pembiayaan, tetapi juga penguatan kapasitas usaha hingga perluasan akses pasar.
Dian mendorong integrasi UMKM dalam rantai pasok perusahaan besar, baik di pasar domestik maupun global, untuk meningkatkan skala usaha dan keberlanjutan bisnis UMKM. Pun, ia bilang tren pembiayaan berbasis rantai pasok terus menunjukkan peningkatan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













