kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.810.000   -40.000   -1,40%
  • USD/IDR 16.989   60,00   0,35%
  • IDX 7.105   -59,02   -0,82%
  • KOMPAS100 979   -10,40   -1,05%
  • LQ45 722   -9,91   -1,35%
  • ISSI 250   -1,62   -0,64%
  • IDX30 393   -5,77   -1,45%
  • IDXHIDIV20 491   -7,73   -1,55%
  • IDX80 110   -1,14   -1,02%
  • IDXV30 134   -2,06   -1,51%
  • IDXQ30 128   -1,71   -1,32%

Kuartal I, 85% pembiayaan BTN Syariah ke KPR


Selasa, 28 April 2015 / 20:01 WIB
Kuartal I, 85% pembiayaan BTN Syariah ke KPR
ILUSTRASI. Promo JSM Alfamart Periode 17-19 November 2023.


Reporter: Adhitya Himawan | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Unit Usaha Syariah (UUS) dari Bank Tabungan Negara semakin gencar menyalurkan pembiayaan KPR Syariah. Sampai akhir kuartal I 2015, porsi pembiayaan KPR Syariah sudah 85% dari total pembiayaan BTN Syariah.

Menurut Mansyur Syamsuri Nasution, Direktur BTN, penyaluran KPR Syariah melalui BTN Syariah juga gencar mengikuti kebijakan KPR konvensional di BTN. "Sampai akhir kuartal I 2015, KPR syariah kita sudah 85% dari total pembiayaan yang kita salurkan," kata Mansyur di Jakarta, Selasa (28/4).

Mansyur menegaskan BTN melalui BTN Syariah menargetkan penyaluran KPR Syariah bisa tumbuh linier dengan kredit BTN secara keseluruhan untuk tahun ini. "Jadi target pembiayaan KPR Syariah kita juga berkisar 17%-19% secara year on year (yoy)," ujar Mansyur.

BTN Syariah optimistis pertumbuhan pembiayaan KPR Syariah akan bisa tercapai. Sebab pengajuan KPR Syariah juga bisa dilakukan untuk melakukan pembelian rumah dalam program sejuta rumah yang mulai dicanangkan pemerintah besok, Rabu (29/4). Program sejuta rumah sendiri memberikan peran sentral bagi BTN dalam membantu tercapainya program rumah bagi masyarakat menengah bawah tersebut. "Jadi kami yakin akan tercapai," pungkas Mansyur.

Berdasarkan laporan keuangan BTN di kuartal I 2015, pembiayaan yang disalurkan UUS BTN mencapai Rp 9,65 triliun atau tumbuh 15,67% secara yoy. Sementara penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) mencapai Rp 8,99 triliun atau tumbuh 21,56% secara yoy. Total aset mencapai Rp 11,40 triliun atau tumbuh 15,03% secara yoy.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×