kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   15.000   0,55%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

Kurangi risiko fraud, AFPI luncurkan fintech data center


Senin, 11 November 2019 / 20:47 WIB
Ketua Umum AFPI Adrian Gunadi (kanan) bersama pengurus AFPI dan OJK saat peluncuran Fintech Data Center (FDC) di Jakarta, Senin (11/11).


Reporter: Ferrika Sari | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) baru saja meluncurkan fintech data center (FDC) yang diharapkan bisa menekan risiko fraud dan mengurangi biaya pinjaman. 

Ini merupakan pusat data fintech peer to peer (P2P) lending yang berisikan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), Kartu Tanda Penduduk (KTP), dan kolektibilitas kredit dari peminjam (borrower).

Baca Juga: Wow, fintech lending diramal akan berkontribusi Rp 100 triliun pada PDB tahun depan

Peluncuran pusat data tersebut bersamaan dengan peringatan satu tahun berdirinya AFPI. Ketua Umum AFPI Adrian Gunadi mengatakan bahwa kehadiran pusat data tersebut bisa mengintegrasikan manajemen risiko lebih baik. 

Dengan adanya data tersebut, pemain fintech bisa mengetahui portofolio calon peminjam. Jika terdaftar sebagai peminjam bermasalah, maka platform lain tidak akan memberikan kredit.

“Hal ini menghindari platform lain memberikan pembiayaan kepada debitur. Berarti, secara industri bicara mengenai manajemen risiko yang lebih terintegrasi,” kata Adrian di Jakarta, Senin (11/11).

Alhasil, biaya risiko peminjam juga bisa turun. Ambil contoh saja, ketika profil pinjaman diketahui maka tingkat kredit macet (NPL) bisa ditekan dan akhirnya biaya risiko juga jauh lebih murah.

Untuk saat ini, FDC baru melibatkan 15 pemain fintech. Mereka adalah Amartha, Danamas, Dompet Kilat, Finmas, Investree, Kimo, KlikACC, Koinworks, Kredit Pintar, KTA Kilat, Maucash, Modalku, Taralite, Tokomodal dan Uang Teman.

Baca Juga: Masuk dalam indeks SRI-KEHATI, ini yang akan dilakukan Bank BTN (BBTN)

Ke depan, pusat data fintech tersebut bisa disajikan secara langsung pada kuartal I 2020. Info yang disajikan secara real time bisa mempercepat analisa penyaluran pinjaman ke peminjam.

Selain itu, asosiasi juga berharap bisa menggandeng beberapa pusat data dari BPJS Ketenagakerjaan, BPJS Kesehatan, asuransi, multifinance dan pasar modal. Adanya kerja sama tersebut akan memperluas dan memudahkan akses pendanaan ke masyarakat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×