Reporter: Ferry Saputra | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance) membeberkan sejumlah tantangan yang bisa memengaruhi perolehan laba hingga akhir tahun ini.
Chief Financial Officer Adira Finance Sylvanus Gani menerangkan tantangan utama masih berasal dari kondisi makroekonomi yang cenderung dinamis, baik dari sisi global maupun domestik, termasuk potensi tekanan terhadap daya beli masyarakat.
"Jika daya beli melemah dan permintaan pasar melambat, hal tersebut dapat berdampak pada pertumbuhan pembiayaan baru yang memengaruhi laba perusahaan secara langsung," ujarnya kepada Kontan, Selasa (5/5/2026).
Untuk menghadapi kondisi tersebut, Gani mengatakan perusahaan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dengan menjaga kualitas pembiayaan dan memperkuat manajemen risiko. Ditambah, secara selektif menangkap peluang pada segmen yang masih memiliki fundamental kuat dan kebutuhan pembiayaan yang sehat.
Baca Juga: Klaim Asuransi Komersial Capai Rp 55,82 Triliun per Maret 2026
Terkait kinerja terbaru, Adira Finance mencatatkan laba bersih sebesar Rp 484 miliar pada kuartal I-2026. Nilainya tumbuh 26% jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Gani menyebut pertumbuhan laba tersebut disebabkan sejumlah faktor. Dia bilang, utamanya didorong penurunan beban provisi sebesar 7% secara Year on Year (YoY).
"Penurunan provisi itu sejalan dengan pengelolaan risiko yang tetap disiplin dan kualitas portofolio yang terjaga," ungkapnya.
Selain itu, Gani menerangkan beban bunga juga mengalami penurunan sebesar 5% YoY. Dengan demikian, membantu perusahaan menjaga efisiensi biaya pendanaan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












