Reporter: Aura Putri | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Mega Syariah membukukan pertumbuhan pembiayaan dan laba hingga Juni 2026. Kinerja tersebut ditopang oleh ekspansi pembiayaan yang tetap tumbuh dengan kualitas aset yang terjaga.
Per Juni 2026, total pembiayaan Bank Mega Syariah melampaui Rp 10 triliun, tumbuh lebih dari 6% secara tahunan. Pertumbuhan ditopang segmen komersial, terutama corporate banking dan business banking, serta pembiayaan ritel melalui Syariah Card dan pembiayaan konsumer.
Segmen komersial naik lebih dari 15% secara year to date (ytd) menjadi Rp 5,96 triliun . Pembiayaan corporate banking tumbuh lebih dari 16% dibandingkan akhir 2025 menjadi lebih dari Rp 4,5 triliun, sedangkan business banking naik sekitar 12% menjadi Rp 1,45 triliun.
Baca Juga: BTN Tambah Talenta Digital, Jumlah Pegawai Masih Tumbuh 2%-3%
Di segmen ritel, pembiayaan Syariah Card meningkat lebih dari 67% secara tahunan menjadi lebih dari Rp 325,4 miliar. Sementara pembiayaan konsumer tumbuh 17,73% menjadi Rp 601 miliar.
Corporate Secretary Division Head Bank Mega Syariah Hanie Dewita mengatakan, perseroan terus mengoptimalkan fungsi intermediasi dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian, menjaga kualitas portofolio, dan mendorong profitabilitas.
“Pertumbuhan pembiayaan yang sehat menjadi salah satu fokus utama Bank Mega Syariah. Kami terus mengoptimalkan fungsi intermediasi dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian, kualitas portofolio, dan kontribusi yang berkelanjutan terhadap profitabilitas bank,” ujar Hanie dalam keterangan resmi, Jumat (10/7/2026).
Laba sebelum pajak Bank Mega Syariah tumbuh tumbuh 17,56% secara tahunan menjadi lebih dari Rp 137 miliar per Juni 2026.
Baca Juga: Kenaikan ke KBMI 3 Belum Jadi Prioritas, Allo Bank Pilih Perkuat Fundamental
Sementara itu, dana pihak ketiga (DPK) ritel tercatat Rp 5,84 triliun pada Juni 2026, meningkat lebih dari 3,6% dibandingkan bulan sebelumnya. Pertumbuhan tersebut ditopang kenaikan giro sekitar 24,03% secara tahunan dan tabungan sebesar 10% secara tahunan.
“Ke depan, kami akan terus menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis, efisiensi biaya dana, dan kualitas aset. Strategi ini penting agar Bank Mega Syariah dapat terus tumbuh secara sehat serta memberikan layanan keuangan syariah yang semakin relevan bagi masyarakat,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














