Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Permata Tbk (BNLI) mencatatkan kinerja positif pada kuartal I-2026 dengan pertumbuhan laba bersih sebesar 16,6% secara tahunan (year on year/YoY) menjadi Rp 920 miliar.
Kinerja tersebut di antaranya ditopang oleh kenaikan pendapatan non-bunga sebesar 11,9% YoY serta strategi pertumbuhan kredit yang selektif.
Direktur Utama Permata Bank Meliza M. Rusli mengatakan, capaian tersebut mencerminkan ketahanan kinerja perseroan di tengah dinamika ekonomi global.
“Kinerja Permata Bank pada kuartal pertama 2026 mencerminkan ketahanan dan disiplin kami dalam menjalankan strategi bisnis, didukung permodalan dan likuiditas yang kuat,” ujar Meliza dalam keterangan resmi, dikutip Jumat (24/4/2026).
Baca Juga: Permata Bank Cetak Laba Rp 697 Miliar per Februari 2026
Dari sisi intermediasi, penyaluran kredit Permata Bank tumbuh 2,8% YoY menjadi Rp 161 triliun per akhir Maret 2026. Pertumbuhan ini terutama didorong oleh segmen korporasi yang naik 6,5% YoY menjadi Rp 98,2 triliun serta segmen komersial yang meningkat 1,8% YoY menjadi Rp 19,7 triliun.
Di sisi likuiditas, rasio loan to deposit ratio (LDR) tercatat sebesar 87,1%, naik dari 83,2% pada periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, rasio dana murah (CASA) juga meningkat menjadi 65,5% dari sebelumnya 58,6%.
Permata Bank juga menjaga likuiditas pada level yang sangat memadai. Hingga Maret 2026, liquidity coverage ratio (LCR) tercatat sebesar 267,4% dan net stable funding ratio (NSFR) sebesar 122,9%, jauh di atas ketentuan minimum regulator.
Kualitas aset tetap terjaga dengan rasio kredit bermasalah (NPL) gross sebesar 2,2% dan loan at risk (LAR) di level 6,4%. Perseroan juga membentuk pencadangan yang kuat, tercermin dari NPL coverage sebesar 355,7% dan LAR coverage 120,6%.
Dari sisi permodalan, rasio capital adequacy ratio (CAR) Permata Bank mencapai 33,9% dan common equity tier 1 (CET-1) sebesar 25,9%. Angka ini meningkat dibandingkan periode yang sama tahun lalu dan menjadi salah satu yang tertinggi di antara bank besar di Indonesia.
Baca Juga: Laba Permata Bank Capai Rp 2,9 Triliun, Tumbuh 3,5% Hingga Kuartal III-2025
Adapun unit usaha syariah juga mencatatkan kinerja positif. Permata Bank Syariah membukukan laba operasional sebelum provisi sebesar Rp 198,4 miliar atau tumbuh 5,3% YoY.
Ke depan, perseroan akan terus memperkuat strategi bisnis melalui pengembangan kapabilitas digital, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta perluasan kemitraan strategis guna mendorong pertumbuhan berkelanjutan.
Selain itu, Permata Bank juga aktif memperluas ekosistem melalui berbagai kolaborasi, termasuk dukungan terhadap kegiatan budaya seperti Adeging Mangkunegaran ke-269 yang mencakup Mangkunegaran Run 2026 serta bazar UMKM.
Baca Juga: Permata Bank (BNLI) Bakal Gelar RUPST pada 7 April 2026
Melalui langkah tersebut, Permata Bank berharap dapat memperkuat hubungan dengan nasabah sekaligus mendorong pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













