Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID-JAKARTA. PT Bank Central Asia Tbk dan entitas anak berhasil membukukan laba senilai Rp 14,7 triliun pada kuartal I-2026, atau naik 3,8% secara tahunan atau year on year (yoy) dari periode yang sama tahun sebelumnya senilai Rp 14,1 triliun.
Dari sisi pendapatan bunga bersih, BCA berhasil mengantongi senilai Rp 21,1 triliun. Angka ini terlihat stagnan atau sama dengan capaian di periode sama tahun sebelumnya.
Dari sisi intermediasi, kredit BCA naik 5,6% yoy mencapai Rp 994 triliun per Maret 2026.
Baca Juga: Moody’s Kerek Outlook Bank Permata Jadi Stabil di Level Baa1
“Mengawali 2026, kinerja BCA dipengaruhi momentum Ramadan dan Idulfitri yang mendukung kinerja kredit. Tak hanya itu, BCA Expoversary 2026 yang dilaksanakan sejak Februari 2026 juga mendapatkan antusiasme tinggi dari nasabah dan masyarakat," ungkap Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk Hendra Lembong saat paparan kinerja perseroan, Kamis (23/4/2026).
Pihaknya optimistis menjaga kinerja BCA tetap solid di tengah kondisi global yang dinamis melalui pengembangan berbagai lini bisnis secara pruden.
Kredit BCA hingga akhir Maret 2026 terutama ditopang kredit produktif sebesar Rp 760,2 triliun, meningkat 7,8% YoY.
Seiring komitmen menjalankan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), penyaluran kredit ke sektor-sektor berkelanjutan tumbuh 10,0% YoY menjadi Rp 258,4 triliun, atau setara 26,0% dari total portofolio pembiayaan BCA.
Capaian ini didukung pertumbuhan kredit UMKM sebesar 12% YoY dengan outstanding Rp146 triliun, mencerminkan dukungan BCA pada berbagai sektor perekonomian nasional.
Kredit hijau BCA (green financing) tumbuh 7,7% YoY mencapai Rp113 triliun, salah satunya didukung penyaluran pembiayaan ke sektor Energi Baru dan Terbarukan (EBT) yang naik 53,5% YoY.
Baca Juga: Begini Cara Surya Fajar Sekuritas Sikapi Dana Mengendap Nasabah
Penyaluran kredit tersebut didukung pendanaan yang solid, dengan dana giro dan tabungan (CASA) sebesar Rp 1.089 triliun, tumbuh 11,2% YoY. Porsi CASA mendominasi sekitar 85,2% dari total Dana Pihak Ketiga (DPK) BCA. Dari sisi pendanaan, total DPK BCA mencapai Rp 1.292,4 triliun, tumbuh 8,3% YoY.
"Kenaikan CASA sejalan pengembangan perbankan transaksi BCA termasuk berbagai kanal digital dan non digital," ucap Hendra.
Rasio loan at risk (LAR) dan non performing loan (NPL) terjaga, masing-masing 5,1% dan 1,8%. Rasio pencadangan LAR dan NPL ada pada level solid, masing-masing 69,7% dan 174,6%.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













