kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.930.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.230   -112,00   -0,69%
  • IDX 7.214   47,18   0,66%
  • KOMPAS100 1.053   7,20   0,69%
  • LQ45 817   1,53   0,19%
  • ISSI 226   1,45   0,65%
  • IDX30 427   0,84   0,20%
  • IDXHIDIV20 504   -0,63   -0,12%
  • IDX80 118   0,18   0,16%
  • IDXV30 119   -0,23   -0,19%
  • IDXQ30 139   -0,27   -0,20%

Laju kredit bank BUKU III melambat di bulan Mei, ini penyebabnya


Minggu, 05 Juli 2020 / 15:40 WIB
Laju kredit bank BUKU III melambat di bulan Mei, ini penyebabnya
ILUSTRASI. Warga melintas di depan gedung OCBC NISP Tower Jakarta, Rabu (22/4). Berdasarkan laporan bulanan PT Bank OCBC NISP Tbk per Februari 2020, perseroan mencatatkan dana murah atau current account and saving account (CASA) Rp 53,13 triliun atau meningkat 16,5%


Reporter: Laurensius Marshall Sautlan Sitanggang | Editor: Tendi Mahadi

Sebagai gambaran informasi saja, per April 2020 bank bersandi saham MAYA ini telah menyalurkan kredit sebesar Rp 55,74 triliun. Realisasi tersebut terbilang menurun dari pencapaian di tahun sebelumnya yang menembus Rp 66,17 triliun atau menyusut 15,75% secara tahunan. 

Senada, PT Bank OCBC NISP Tbk juga mengatakan kondisi perekonomian Indonesia yang melambat karena pandemi Covid-19 memang di sisi lain juga mempengaruhi permintaan kredit. Direktur Bank OCBC NISP Hartati menyampaikan, terjadinya penurunan kredit ini pun sejalan dengan perlambatan penyaluran kredit perbankan, termasuk di bank BUKU III. 

Baca Juga: Terdampak corona, Bank Woori belum menerima permintaan fasilitas kredit baru

Meski begitu, OCBC NISP tetap berkomitmen untuk menjalankan fungsi intermediasinya dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian. "Kami senantiasa menjalankan fungsi intermediasi dengan tetap berpegang pada prinsip kehati-hatian sesuai dengan ketentuan yang berlaku," terangnya. 

Sekadar informasi saja, secara total realisasi kredit OCBC NISP di bulan Mei 2020 telah mencapai Rp 117,93 triliun. Pencapaian tersebut tercatat menurun dari realisasi setahun sebelumnya Rp 119,13 triliun atau turun sekitar 1%. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
AYDA dan Penerapannya, Ketika Debitor Dinyatakan Pailit berdasarkan UU. Kepailitan No.37/2004 Digital Marketing for Business Growth 2025 : Menguasai AI dan Automation dalam Digital Marketing

[X]
×