kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Laju penyaluran kredit kian melambat, bankir mulai pesimistis


Senin, 21 Oktober 2019 / 20:07 WIB

Laju penyaluran kredit kian melambat, bankir mulai pesimistis
ILUSTRASI. Suasana transaksi nasabah di Bank BNI Cabang Jakarta Pusat, Selasa (2/10). Dalam Survei Perbankan yang dilakukan Bank Indonesia, pertumbuhan kredit diprediksi cuma mencapai 9,7% (yoy) hingga akhir tahun./pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo/02/10/2018.

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bankir tanah air pesimistis pertumbuhan kredit hingga akhir tahun dapat membaik. Dalam Survei Perbankan yang dilakukan Bank Indonesia, pertumbuhan kredit diprediksi cuma mencapai 9,7% (yoy) hingga akhir tahun.

Prediksi tersebut lebih rendah dari prediksi yang dilakukan sebelumnya dengan menargetkan pertumbuhan 11,2% (yoy). Pun lebih rendah dibandingkan realisasi pertumbuhan kredit pada 2018 yang mencapai 12,1% (yoy).

Baca Juga: Aset bank daerah masih mampu tumbuh dengan pesat

Meski demikian, prediksi tersebut masih berada dalam rentang yang ditargetkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebesar 9%-11%. Sementara per Agustus 2019, penyaluran kredit senilai Rp 5.525,79 triliun dengan pertumbuhan 8,67% (yoy).

Wakil Direktur PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI, anggota indeks Kompas100) Herry Sidharta bilang perlambatan kredit terjadi akibat kondisi ekonomi global yang belum stabil. Ini ditambah dengan masih ketatnya likuiditas. 

Hingga Agustus 2019, OJK mencatat loan to deposit ratio (LDR) perbankan mencapai 94,66%, meningkat dibandingkan Juli 2019 sebesar 94,48%.

Pertengahan tahun, bank berlogo angka 46 ini juga telah merevisi target pertumbuhan kredit dalam rencana bisnis bank (RBB) yang semula 13%-15% menjadi 12%-13%.

“Sejauh ini masih on track, dan semoga bisa memenuhi target hingga akhir tahun. Sementara hingga kuartal 3-2019 kami proyeksikan pertumbuhan masih double digit, lebih tinggi dari industri, dan peers group,” kata Herry kepada Kontan.co.id, Senin (21/10).

Sementara hingga Agustus 2019, BNI tercatat telah menyalurkan kredit senilai Rp 525,7 triliun dengan pertumbuhan 19,7% (yoy). Herry bilang pertumbuhan utamanya ditopang oleh segmen korporasi yang tumbuh 21,24% (yoy).

Baca Juga: Penuh tantangan, NIM perbankan sulit untuk meninggi lagi

Adapula PT Bank Mayapada Tbk (MAYA) yang juga optimistis dapat meraih pertumbuhan kredit sesuai dengan target hingga akhir tahun. Meski demikian, perlu dicatat bank milik taipan Dato Sri Tahir ini sejak awal memang memasang target yang tak besar.

“Sejauh ini masih on track, dan sesuai RBB dengan pertumbuhan kredit 9%-10%,” kata Presiden Direktur Bank Mayapada Hariyono Tjahrijadi kepada Kontan.co.id.


Reporter: Anggar Septiadi
Editor: Tendi

Video Pilihan


×