kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45736,73   34,31   4.88%
  • EMAS931.000 -0,32%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Penuh tantangan, NIM perbankan sulit untuk meninggi lagi


Senin, 21 Oktober 2019 / 18:14 WIB
 Penuh tantangan, NIM perbankan sulit untuk meninggi lagi
ILUSTRASI. Petugas teller melayani nasabah Bank BCA Tangerang Selatan, Senin (1/7). Ekonomi yang penuh tantangan, sedikit banyak berdampak pada tingkat margin bunga bersih atau net inerest margin (NIM) perbankan. /pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo/01/07/2019

Reporter: Laurensius Marshall Sautlan Sitanggang | Editor: Tendi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kondisi ekonomi yang penuh tantangan, sedikit banyak berdampak pada tingkat margin bunga bersih atau net interest margin (NIM) perbankan. Kendati demikian, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat NIM secara industri tak banyak bergerak sejak Mei-Agustus 2019 alias stabil di 4,9%.

Sejumlah bank yang dihubungi Kontan.co.id, Senin (21/10) mengamini bahwa prospek NIM sampai akhir tahun ini masih bakal stabil. Meski begitu, Direktur Keuangan PT BPD Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) Ferdian Timur Satyagraha menyebut NIM perseroan bakal melandai pada akhir tahun.

Baca Juga: Masuk kanal digital, PNM kembangkan aplikasi PNM Digi

Bukan karena kredit yang melambat, melainkan tingkat pendapatan bunga yang lebih tipis lantaran diberlakukannya sejumlah promo untuk menopang kredit. Di sisi lain, sampai dengan September 2019 NIM Bank Jatim memang terpantau turun secara tahunan dari 6,38% menjadi 6,2%.

Sebabnya, beban bunga perseroan naik 24,21% secara year on year (yoy) menjadi Rp 1,25 triliun. Sementara pendapatan bunga hanya naik 13,31% secara yoy. "NIM akan dijaga stabil dengan beberapa strategi peningkatan CASA (dana murah) sampai akhir tahun," terangnya.

Sementara itu, sebelumnya PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) menyatakan bahwa NIM perbankan secara industri bakal terus menyusut. Direktur Keuangan BTN Nixon Napitupulu menyatakan hampir seluruh bank kesulitan untuk meningkatkan pendapatan bunga di tengah kredit yang belum membaik.

Pasalnya, sampai dengan Agustus 2019 ini OJK mencatatkan kredit baru naik 8,59% yoy menjadi Rp 5.464,97 triliun. Benar saja, per Agustus 2019 NIM BTN memang menurun ke level 3,52% dari tahun sebelumnya 4,25%. "NIM perbankan pasti banyak yang turun, pendapatan bunga bank lebih kecil dari beban bunga. Ini karena likuiditas memang agak ketat," katanya beberapa pekan lalu.

Baca Juga: Perbankan Prancis tertekan akibat regulasi soal kredit macet

Sementara itu, dengan mengupayakan rekomposisi pendanaan ke biaya yang lebih murah, bank bersandi saham BBTN (anggota indeks Kompas100) ini yakin NIM bisa menyentuh 3,9%-4% di akhir tahun.




TERBARU

Close [X]
×