kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Lakukan Pemeriksaan Khusus, OJK Jelaskan Alasan Gagal Bayar TaniFund


Selasa, 13 Desember 2022 / 16:01 WIB
ILUSTRASI. fintech; financial technology; teknologi finansial; tekfin TaniFund Tani Fund untuk petani; pertanian


Reporter: Adrianus Octaviano | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - YOGYAKARTA. Pemeriksaan khusus dilakukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terhadap PT Tani Fund Madani Indonesia (TaniFund). Ini menyusul gagal bayar platform fintech P2P lending terhadap investornya.

Direktur Pengaturan, Perizinan dan Pengawasan Financial Technology Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Tris Yulianta mengungkapkan saat ini sedang mengirimkan timnya untuk mencari tahu permasalahan inti dan mengkaji penyebab gagal bayar tersebut terjadi.

Dalam temuan awal, Tris mengungkapkan bahwa ada beberapa alasan. Salah satunya ialah borrower TaniFund yang mayoritas adalah petani dan disebutkan oleh pihak TaniFund bahwa para petani ini mengalami gagal panen.

Selain itu, ia menyebutkan bahwa ada juga monitoring oleh TaniFund yang dinilai kurang bagus. Dimana, mereka bekerja sama dengan TaniHub sebagai sister company.

Baca Juga: OJK Angkat Bicara Soal TaniFund yang Dikabarkan Gagal Bayar ke Lender

“Nah ini kita ingin melihat ada atau tidak indikasi pelanggaran atau fraud, ini lagi kita tunggu dari tim di lapangan,” ujarnya, Senin (12/12).

Lebih lanjut, Ia menambahkan bahwa saat ini pihaknya belum mendapat laporan secara final karena sedang dalam penyusunan.  Ia berharap bulan ini ada hasil dan solusi yang perlu dilakukan.

Sebagai informasi, para investor TaniFund yang berjumlah sekitar 128 juga sudah mulai teriak. Sebab, mereka merasa mengalami kerugian dari total nilai investasi yang ditaksir mencapai Rp 14 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×