kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Hindari Gagal Bayar, Pembiayaan LKM BKD Kabupaten Pekalongan Turun 28,2% di Maret


Jumat, 15 Mei 2026 / 19:04 WIB
Hindari Gagal Bayar, Pembiayaan LKM BKD Kabupaten Pekalongan Turun 28,2% di Maret
ILUSTRASI. Kontan - BRI Ultra Mikro Kilas Online (KONTAN/Cheppy A.Muchlis)


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Lembaga Keuangan Mikro (LKM) Badan Kredit Desa (BKD) Kabupaten Pekalongan menyebut ketidakpastian ekonomi turut berdampak signifikan terhadap kinerja penyaluran pembiayaan. 

Adapun kinerja penyaluran pembiayaan LKM BKD Kabupaten Pekalongan turun secara signifikan sebesar 28,2% per Maret 2026, jika dibandingkan posisi periode yang sama tahun lalu.

Direktur Utama LKM BKD Kabupaten Pekalongan Hary Budhi Murdiyanto mengatakan kondisi tersebut membuat banyak nasabah yang peformanya bagus memilih untuk berhenti dan menunda mengajukan pembiayaan.

Baca Juga: Obligasi SMI US$ 300 Juta dengan Bunga 5,1% Diserbu Investor, Oversubscribe 7,3 Kali

"Sebab, ada sikap kehati-hatian juga dari pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di tempat kami," katanya kepada Kontan, Jumat (15/5/2026).

Dalam hal itu, Hary juga menerangkan LKM BKD Kabupaten Pekalongan sangat berhati-hati sekali dalam menyalurkan pembiayaan, karena kurang stabilnya ekonomi di pasar.

Lebih lanjut, Hary berharap ketidakpastian ekonomi bisa segera membaik sehingga bisa memberikan dampak positif juga terhadap kinerja pembiayaan. Dia tak memungkiri bahwa LKM BKD Kabupaten Pekalongan masih menerapkan prinsip kehati-hatian sejauh ini dalam menyalurkan pembiayaan. "Hal itu dilakukan untuk menghindari adanya gagal bayar dari nasabah," ucap Hary.

Terkait kinerja industri, data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, penyaluran pinjaman industri LKM per Maret 2026 mencapai Rp 1 triliun. Nilainya mengalami kontraksi sebesar 5,66%, dibandingkan pencapaian per Maret 2025 yang sebesar 1,06 triliun. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×