Reporter: Ferry Saputra | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Lembaga Keuangan Mikro (LKM) Badan Kredit Desa (BKD) Kabupaten Pekalongan memproyeksikan bisnis LKM masih menjanjikan pada 2026. Direktur Utama LKM BKD Kabupaten Pekalongan Hary Budhi Murdiyanto mengatakan hal itu didorong kondisi usaha mikro yang lebih tahan terhadap kondisi perekonomian yang lesu.
"Saya optimistis akan tumbuh lebih baik pada 2026, meski sangat menantang," ungkapnya kepada Kontan, Kamis (15/1/2026).
Lebih lanjut, Hary menyampaikan pihaknya akan menargetkan pertumbuhan pembiayaan pada 2026 sebesar 10%. Dia menyebut pihaknya akan menerapkan sejumlah strategi untuk mencapai target itu.
"Strateginya kemungkinan masih sama pada 2025, yang mana LKM BKD Kabupaten Pekalongan belum terlalu mengeksplor usaha mikro secara masif. Hal itu disebabkan adanya keterbatasan permodalan," tuturnya.
Baca Juga: LKM BKD Kabupaten Pekalongan Nilai Isu Fraud Dapat Berdampak Negatif bagi Industri
Meskipun demikian, Hary menyebut saat ini LKM BKD Kabupaten Pekalongan sedang dalam tahap bekerja sama dengan Pusat Investasi Pemerintah (PIP) untuk menambah permodalan.
Terkait kinerja, Hary mengatakan LKM BKD Kabupaten Pekalongan sudah menyalurkan pembiayaan pada 2025 sebesar Rp 58,18 miliar, dengan rasio kredit macet atau Non Performing Loan (NPL) sebesar 0,34%.
Berdasarkan data industri, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, penyaluran pinjaman LKM per September 2025 mencapai Rp 0,95 triliun atau Rp 950 miliar. Jika ditelaah nilainya terkontraksi 8,65%, dibandingkan posisi akhir 2024 yang sebesar Rp 1,04 triliun.
Baca Juga: LKM BKD Kabupaten Pekalongan Terapkan Kehati-hatian Dalam Menyalurkan Pinjaman
Jika ditelaah berdasarkan data OJK mengenai LKM yang dikeluarkan 3 bulan sekali, penyaluran pinjaman LKM per September 2025 tercatat terkontraksi 9,52%, dibandingkan posisi per Juni 2025 yang sebesar 1,05 triliun.
Lebih lanjut, OJK mencatat nilai aset LKM per September 2025 mencapai Rp 1,44 triliun. Sejalan dengan kinerja pinjaman, aset LKM per September 2025 tercatat mengalami kontraksi sebesar 14,8%, jika dibandingkan posisi per Desember 2024 yang sebesar Rp 1,69 triliun.
Baca Juga: OJK Optimistis Industri LKM Berpeluang Tumbuh pada 2026 Meski Tersendat Modal
Selanjutnya: AAJI Optimistis Premi Asuransi Kesehatan Tetap Tumbuh Positif pada 2026
Menarik Dibaca: Hujan Sangat Lebat di Sini, Cek Peringatan dini BMKG Cuaca Besok (16/1) Jabodetabek
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












![[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_17122515210200.jpg)
